Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi platform Gotoko untuk pelaku UMKM warung kelontong. (IST)

Ilustrasi platform Gotoko untuk pelaku UMKM warung kelontong. (IST)

Gotoko, Cara Gojek Digitalisasi Warung Kelontong

Kamis, 10 September 2020 | 21:05 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Gojek menghadirkan Gotoko, sebuah inisiatif #Melaju Bersama Gojek, dengan menyediakan solusi inklusif dan komprehensif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warung kelontong untuk go digital, pada  Kamis (10/9).

Platform digital B2B dengan layanan dari hulu ke hilir tersebut akan menghubungkan para pelaku usaha warung kelontong yang selama ini kurang terjangkau dalam distribusi penjualan dengan produsen barang kemasan ternama.

Aplikasi Gotoko menyediakan berbagai manfaat bagi pelaku usaha warung untuk berbelanja stok barang secara daring (online) dan sangat mudah diakses.

Pelaku UMKM pun dapat menghemat biaya dan waktu karena kemudahan dalam memesan berbagai macam produk konsumsi kemasan dari sejumlah merek ternama dengan harga yang kompetitif dan transparan.

Kini, mereka dapat lebih memfokuskan perhatian kepada kebutuhan pelanggan, sehingga berpeluang meningkatkan pendapatan. Dengan demikian, mereka dapat bertahan, bahkan terus berkembang, terutama di masa pandemi Covid-19 yang penuh tantangan ini.

“Peluncuran Gotoko memperkuat misi Gojek untuk memberikan solusi atas masalah yang dihadapi pengguna dan di saat yang sama menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi lebih banyak pemangku kepentingan,” ujar CEO dan Direktur Utama Gotoko Gurnoor Singh Dhillon, dalam pernyataannya.

Sebagai penggerak perekonomian, lanjut dia, 3 juta warung kelontong telah berkontribusi hampir 80% terhadap pasar ritel Indonesia. Namun, lebih dari 80%, atau sekitar 2,5 juta dari warung tersebut masih masuk dalam kategori kurang terlayani (underserved).

Para pelaku UMKM tersebut pun perlu mendapatkan dukungan layanan yang memadai agar dapat berkembang, meskipun terkadang, lokasi warung sulit dijangkau dan cakupan usaha kecilnya.

Pelaku usaha warung kelontong selama ini menghadapi sejumlah tantangan karena terbatasnya ragam produk yang ditawarkan, harga produk kulakan yang tidak kompetitif, minimnya dukungan promosi dari produsen, serta kurangnya layanan pengiriman barang yang andal dan hemat biaya.

Mereka juga masih menjalankan penyetokan barang secara manual yang mengharuskan menutup warung dan mengunjungi berbagai agen distributor, melunasi pembayaran yang sebagian besar secara tunai, hingga mengatur pengiriman sendiri.

“Solusi teknologi Gojek yang inklusif dan komprehensif memperkuat posisi Gotoko untuk menjadi platform terbaik bagi para pengusaha warung dalam memenuhi kebutuhan untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” tambah Gurnoor.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN