Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grab adakan lomba AI tingkat Asia Tenggara. Foto: IST

Grab adakan lomba AI tingkat Asia Tenggara. Foto: IST

Grab Adakan Lomba AI Tingkat Asia Tenggara

Abdul Muslim, Kamis, 30 Mei 2019 | 15:40 WIB

JAKARTA – Grab, perusahaan super app terkemuka di Asia Tenggara, memulai kompetisi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk kawasan Asia Tenggara untuk pertama kalinya. Para talenta terbaik di kawasan ini pun diajak untuk mengatasi sejumlah tantangan dengan menggunakan teknologi AI. Mereka yang terpilih punya kesempatan untuk bergabung dengan tim data science dan AI terkemuka di Grab.

Sebagai inisiatif strategis dari Grab, kompetisi Artificial Intelligence for South East Asia (AI for SEA) bertujuan untuk mempromosikan penggunaan data dan AI yang dapat digunakan untuk mengatasi beberapa permasalahan era modern di Asia Tenggara, antara lain masalah kemacetan lalu lintas dan keamanan.

Selanjutnya, sebanyak 50 peserta terbaik akan ditawarkan kesempatan untuk bekerja secara penuh (full-time) di Grab dan berkesempatan memperoleh hadiah uang tunai untuk lima orang terbaik. Pemenang utama akan mendapatkan hadiah sebesar Sin$ 10.000.

Head of AI Initiatives Grab Wui Ngiap Foo mengatakan, di Grab, pihaknya percaya untuk memanfaatkan teknologi untuk kebaikan. Grab memiliki salah satu data set terbesar di kawasan Asia Tenggara dan jika dikombinasikan dengan AI agar dapat membantu membuat suatu kota menjadi lebih pintar, baik, dan aman.

“Melalui AI for SEA, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengikuti misi ini dengan tujuan membangun Asia Tenggara. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan belajar dari tim data science dan AI tingkat dunia untuk bersama-sama membentuk solusi AI bagi kebaikan sosial,” jelas Ngiap Foo di Jakarta, Senin (27/5) sore.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menambahkan, Grab percaya bahwa AI dapat menemukan cara terbaru untuk mengubah kehidupan jutaan orang di Asia Tenggara menjadi lebih baik. Karena itu, Grab berinvestasi dalam jumlah besar untuk data science, machine learning, dan kapabilitas AI.

Sekarang pun, Grab telah memiliki salah satu tim data science dan AI terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan jumlah karyawan sebanyak 250 orang dan akan terus bertumbuh. Karena itu, Grab ingin membuat perkumpulan talenta AI yang lebih dalam dan luas di Asia Tenggara.

“Dan, kami harap, dengan program seperti AI for SEA, kami dapat mengajak lebih banyak orang untuk berkarier di bidang ini. Kami sangat senang melihat banyaknya peserta yang tertarik mengikuti perlombaan ini. Dalam satu minggu, sudah terdaftar 1.500 peserta dari seluruh Asia Tenggara, dan bahkan dari Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab,” kata Neneng, menjelaskan.

Grab pun akan mengadakan roadshow AI for S.E.A di Ho Chi Minh City (Vietnam), Jakar ta, Kuala Lumpur (Malaysia), Manila (Filipina), dan Singapura. Nantinya, peserta yang tertarik dapat mempelajari lebih lanjut tentang tata cara perlombaan, tim AI Grab, dan pertanyaan mereka dapat dijawab oleh tim Grab.

Bagi yang tertarik mengikuti kompetisi tersebut dapat mengunjungi laman resmi di www.aiforsea.com untuk mengetahui lebih lanjut tentang tema perlombaan dan mengunduh data set terkait.

Batas waktu submission hingga 17 Juni dan kandidat yang terpilih untuk babak selanjutnya akan diumumkan pada 24 Juni 2019. Sedangkan finalis akan mempresentasikan solusi mereka di acara Demo Day di pekan pertama bulan Juli 2019 dan pemenang diumumkan di hari yang sama.

Grab. Foto: IST
Grab. Foto: IST

 

Tema Tantangan

Sementara itu, peserta AI for S.E.A akan diberikan tiga tema sebagai tantangan untuk diwujudkan menjadi solusi dari permasalahan yang ada, yakni manajemen lalu lintas (traffic management), visi komputer (computer vision), dan keselamatan di jalan raya (safety).

Pada tema Traffic Management, dengan data Grab, pesera ditantang membuat sebuah model AI yang dapat mengurangi kemacetan di jalan-jalan di Asia Tenggara. Hal ini penting karena kemacetan lalu lintas di kota-kota di kawasan ini telah menjadi salah satu yang terburuk di dunia, sehingga juga berdampak pada mobilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, pada Computer Vision, peserta ditantang membikin sebuah model data yang bisa membuat proses identifikasi kendaraan lebih optimal, seperti detail merek dan model kendaraan.

Dengan membuat pemesanan kendaraan lebih efisien, penumpang diharapkan bisa mendapatkan kendaraan pesanan lebih cepat dan pengemudi bisa memperoleh penghasilan yang lebih banyak.

Terakhir, pada tema Safety, peserta ditantang bagaimana AI agar dapat secara proaktif mengidentifikasi pengemudi ceroboh dan berbahaya secara langsung guna menghindari terjadinya kecelakaan. Solusi ini diperlukan karena Asia Tenggara dikenal berkontribusi terhadap 25% kematian di jalan raya.

GrabCar. Foto: IST
GrabCar. Foto: IST

 

Bisnis Grab

Grab, sebagai super app terkemuka di kawasan Asia Tenggara, menyediakan banyak layanan harian yang paling berarti bagi konsumen. Grab menyediakan layanan transportasi (ride-hailing), pengantaran makanan, pengantaran barang, pembayaran digital, serta hiburan bagi jutaan penggunanya.

Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh sebanyak lebih dari 144 juta kali, sehingga memberikan pengguna kemudahan untuk terhubung dengan 9 juta mitra pengemudi dan agen yang bergabung. Grab juga telah berhasil memberdayakan lebih dari 5 juta wirausahawan mikro melalui platformnya.

Dengan memanfaatkan teknologi, Grab telah berhasil meningkatkan peluang pendapatan bagi para wirausahawan mikro yang bekerja di sektor informal melalui ekosistem yang membantu meningkatkan potensi pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Grab memiliki armada transportasi darat yang besar dan telah mencapai lebih dari 3 miliar perjalanan sejak didirikan pada tahun 2012. Grab menyediakan layanan transportasi ondemand di Asia Tenggara, serta layanan pengantaran makanan dan barang di lebih dari 336 kota di delapan negara.  

Layanan telah dihadirkan di Indonesia, Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja. Khusus di Indonesia, bisnis Grab telah berkembang sangat pesat dengan pendapatan tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2018.

Menurut ABI Research, Grab pun telah memiliki 62% pangsa pasar ride-hailing di Indonesia. GrabFood juga berkembang pesat di Indonesia. Saat ini, GrabFood telah beroperasi di sekitar 178 kota di Indonesia, tumbuh dari 13 kota pada awal tahun lalu.

Volume pengirimannya juga meningkat hampir 10 kali lipat pada 2018. Tahun 2018 merupakan tahun di mana ekosistem Grab tumbuh secara signifikan melalui berbagai kerja sama dengan para pemimpin industri berkelas global, yakni Toyota, Hyundai, Microsoft, dan Mastercard.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN