Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia saat peluncuran GVV Batch 4, Rabu, (9/6).

Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia saat peluncuran GVV Batch 4, Rabu, (9/6).

Grab Velocity Ventures (GVV) Batch 4 Diluncurkan

Rabu, 9 Juni 2021 | 17:50 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Grab, super app terkemuka di Asia Tenggara mengumumkan kolaborasi dengan BRI Ventures melalui program Sembrani Wira dalam meluncurkan Grab Velocity Ventures (GVV) Batch 4.

GVV merupakan program akselerasi yang diselenggarakan oleh Grab, dan dirancang untuk membantu startup untuk dapat berkembang atau scale up. GVV telah dimulai sejak 2018, dan saat ini sudah memasuki batch 4, dan telah menghasilkan 20 startup binaan, dan 15 startup di antaranya berasal dari Indonesia.

“Diluncurkan sejak 2018, GVV berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem startup di Indonesia dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti pilot program dalam kolaborasi dengan Grab yang menghubungkan usaha startup ke basis pelanggan dan juga pengguna Grab yang sangat luas,” kata Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia melalui virtual conference, Rabu, (9/6).

Menurut Neneng, GVV batch 4 akan berfokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu, Neneng mengajak para startup yang mendedikasikan layanan kepada UMKM untuk bergabung di program ini.

“Tahun ini GVV batch 4 akan kembali fokus pada pemberdayaan UMKM. Kami ingin mengajak startup yang bergerak di industri Point of Sales (PoS), customer relationship management, e-commerce enabler, software as a service dan layanan lainnya yang dirancang untuk membantu UMKM untuk bisa bergabung,” ujar Neneng.

Neneng menambahkan, berdasarkan Data dari UNDP pada 2020 menunjukkan bahwa, sebelum pandemi hanya 28% UMKM yang berpartisipasi di platform online. Sejak pandemi, angka tersebut naik hingga 44%.

“Oleh karena itu, kami fokus mengundang startup yang mendedikasikan solusi teknologi mereka untuk membantu UMKM untuk bergabung di GVV ini. UMKM telah menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Apabila kita dapat membantu mereka digitalisasi lebih baik lagi, dan membantu mereka beradaptasi di dunia digital ini, mereka akan memainkan peran yang sangat penting bagi pemulihan ekonomi Indonesia,” jelas Neneng.

Neneng juga mengungkapkan, tahun ini, dengan semangat gotong royong, pihaknya bekerjasama dengan BRI Ventures untuk menciptakan kolaborasi baru. Program akselerator ini akan diselenggarakan 12-18 minggu.

Para startup lokal yang terpilih akan mendapatkan serangkaian workshop yang akan dibawakan oleh para pakar industri, serta diberikan pendampingan dan juga kesempatan untuk bisa menguji coba produk mereka pada platform Grab selama 8 minggu.

“Indonesia menunjukkan potensi yang luar biasa bagi stratup untuk berkembang. Indonesia juga berpotensi menjadi salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di Asean,” tegas Neneng.

Sementara, CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengungkapkan, pihaknya memiliki komitemen yang sama dengan Grab untuk melakukan lebih banyak lagi program bagi startup di Indonesia. Sembarni wira, lanjut dia, merupakan program dari BRI Ventures untuk mendukung startup di Tanah Air.

Dia mengungkapkan, salah satu alasan, kenapa percaya bahwa akan terjadi lagi ledakan startup di Indonesia, karena adanya pandemi Covid-19. Startup ekosistem di Indonesia, saat ini, memasuki tahun ke -10.

“Sekarang, trennya adalah banyak sekali founder yang merupakan alumni dari Grab, unicorn lain dan startup lain. Nah, ini merupakan tanda yang baik untuk memulai ekosistem 10 tahun ke depan. Dari Grab alumni sekitar 80 yang sekarang sedang mengerjakan startup, nah ini berarti sangat baik bagi ekosistem di Indonesia. Ini akan menjadi ujung tombak bagi pertumbuhan startup 10 tahun ke depan,” ungkap Nicko.

BRI Ventures, kata Nicko lahir pada 2019. BRI Ventures juga telah melakukan investasi di 11 perusahaan pada 2020. termasuk salah satunya, Grab. “Dan merupakan kebanggan kami, bahwa perusahaan yang telah kami investasikan ini membangun sinergi dengan sktor UMKM di Indonesia,” tutur Nicko.

Selain investasi, lanjut Nicko, 10 tahun ke depan akan menjadi moment yang pas bagi industri modal ventura di Indonesia. Bahkan, dia memgungkapkan, bahwa dalam 10 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi industri modal ventura.

“Saya percaya apa yang dilakukan oleh GVV akan turut membangun ekosistem modal ventura di Indonesia. Kami juga membuka program akselerator yang bernama sembrani wira. Kami telah membina 8 startup di sembarani wira. Saya melihat generasi yang baru tangguh sekali,” tandas Nicko.


 

Ket Foto : Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia saat peluncuran GVV Batch 4, Rabu, (9/6).

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN