Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
GrabAssistant bantu pedagang warung meningkatkan penjualan. (IST)

GrabAssistant bantu pedagang warung meningkatkan penjualan. (IST)

GrabAssistant Bantu Jutaan Pedagang di Masa Covid-19

Jumat, 16 Oktober 2020 | 21:15 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Grab, aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, terus berinovasi untuk melayani lebih banyak usaha mikro dan tradisional di tengah pandemi Covid-19. Sejak Juni 2020, Grab memperkenalkan layanan GrabAssistant yang kini telah hadir di 105 kota dan kabupaten di Indonesia untuk membantu jutaan pedagang.

Layanan tersebut memungkinkan pelanggan meminta mitra pengemudi untuk membeli berbagai kebutuhan di lokasi mana pun melalui aplikasi Grab. Sejak layanan ini diperkenalkan, Grab terus menambahkan titik peta (point of intereset/ PoI). Lebih banyak pasar tradisional masuk daftar dalam sistem pemetaan Grab agar para pedagang dapat #TerusUsaha dan menikmati manfaat dari ekonomi digital.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, hingga kini, lebih dari 7.000 titik pasar tradisional telah terdaftar dalam sistem pemetaan Grab. Hal ini pun memungkinkan pelanggan Grab untuk memesan kebutuhan harian dari jutaan pedagang tradisional dari rumah dengan aman.

“UMKM dan pekerja mandiri, termasuk pedagang tradisional memiliki peran penting untuk menjaga ketahanan ekonomi negeri. Misi GrabForGood mendorong kami untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat Indonesia, termasuk pengusaha mikro dan tradisional,” ujar Neneng, dalam pernyataannya, Jumat (16/10).

Menurut dia, layanan GrabAssistant diperkenalkan di tengah pandemi Covid-19 dan diciptakan untuk memberikan pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi dengan menjadi kurir guna membeli dan mengantarkan kebutuhan pelanggan.

Pelanggan pun bisa memesan berbagai hal, misalnya sayuran, buah-buahan, makanan,  dan lainnya, di toko, pasar, atau lokasi mana pun dengan memasukkan detail lokasi pada alamat pengambilan dan pengantaran. Hal ini dilakukan dengan menggunakan PoI yang telah terdaftar dalam sistem pemetaan Grab.

“Mitra pengemudi akan membelikan barang pesanan dan mengantarkannya kepada pelanggan sesuai peta. Tim pemetaan Grab terus berusaha untuk memperbarui titik peta dalam aplikasi Grab guna memastikan lebih banyak pedagang kecil dan tradisional yang terbantu berkat teknologi inklusif Grab,” jelas Neneng.

105 Kota

Untuk meluncurkan layanan tersebut, Grab juga bekerja sama dengan lebih dari 15 pemerintah daerah di berbagai kota, termasuk Kabupaten Sukoharjo yang dipimpin oleh Bupati Wardoyo Wijaya. Di Sukoharjo, lebih dari 11 pasar tradisional dapat menikmati digitalisasi melalui layanan GrabAssistant.

“Layanan ini membantu masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan beraktivitas dari rumah, juga memampukan pedagang pasar agar tetap bisa berjualan. Benar-benar sebuah bukti bagaimana teknologi membawa dampak positif, bahkan, bagi pedagang tradisional,” tambah Wardoyo Wijaya.

Neneng melanjutkan, pihaknya percaya bahwa saat satu UMKM bertumbuh akan ada banyak dampak positif yang bisa dirasakan oleh orang lain di sekitarnya.

Hal tersebut diperkuat oleh Riset CSIS & Tenggara Institute, pada 2020, yang menemukan bagaimana Grab membantu penciptaan lapangan kerja di luar platform. Studi menemukan, pertumbuhan yang dirasakan mitra dalam ekosistem Grab juga membantu penciptaan lapangan kerja bagi orang lain di sekitarnya.

Sebagai contoh, mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios mencapai 27% dan 6% yang diriset mengaku bisa mempekerjakan setidaknya dua karyawan tambahan saat bisnisnya bertumbuh bersama Grab. Hal ini dilakukan untuk membantu layanan permintaan pelanggan yang terus bertambah.

Dia menyampaikan, Covid-19 telah mempercepat peningkatan penggunaan layanan on-demand di Asia Tenggara. Sementara itu, melalui teknologi, jaringan mitra, dan pengalaman yang dimiliki, layanan GrabAssistant juga akan terus dikembangkan.

“Grab terus membantu berbagai jenis bisnis untuk terus beradaptasi dengan situasi ini. Salah satunya adalah dengan layanan seperti GrabAssistant,” tutur Neneng.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN