Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi GrabKitchen. (Dok Grab Indonesia)

Ilustrasi GrabKitchen. (Dok Grab Indonesia)

Operasikan Jaringan Cloud Kitchen Terbesar di Indonesia

GrabKitchen Buka di Kota Malang dan Makassar

Senin, 14 September 2020 | 08:16 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, mengumumkan ekspansi jaringan cloud kitchen di dua kota baru di Indonesia. Kali ini, Grab membuka tiga GrabKitchen sekaligus, yakni satu di Kota Malang (Jawa Timur) dan dua di Makassar (Sulawesi Selatan), mulai Jumat (11/9) pekan lalu.

Dua fasilitas GrabKitchen terbaru berlokasi strategis di Daeng Tata dan Batua, Makassar, serta satu di Tlogomas, Malang. Ketiganya dihadirkan untuk memenuhi selera pasar dan menghadirkan mitra merchant terpilih dengan kinerja terbaik yang menyajikan hidangan lokal dan internasional.

Regional Head of GrabKitchen Sai Alluri mengatakan, konsumen saat lebih ini sering membeli makanan secara daring (online). Hal ini pun menuntut pebisnis makanan dan minuman (food and beverage/ F&B) untuk mempercepat digitalisasi dan visibilitasnya secara online.

GrabKitchen pun merupakan cara Grab untuk memberdayakan usaha lokal berskala kecil dan brand populer di Indonesia guna mengembangkan bisnisnya secara digital dengan investasi awal yang terbatas (cloud kitchen).

“Ekspansi GrabKitchen ke dua kota baru itu memberi mitra merchant solusi tambahan untuk menjangkau pelanggan baru, memberikan kenyamanan, dan lebih banyak pilihan makanan berkualitas tinggi untuk para pengguna Grab,” ujar Sai Alluri, dalam pernyataannya, seperti dikutip Minggu (13/9). 

Sementara itu, ada 11 restoran di GrabKitchen Tlogomas, Malang, yakni Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen, Ayam Geprek Moome, Wings Me, Teman Duduk, Greenly, Mr M4T, Kebab Bosman, Nasi Goreng 78, Pempek Farina, Pempek Bujang Tuo, dan Batagor Farina.

Selanjutnya, ada 10 merchant makanan dan minuman populer bergabung di dua GrabKitchen di Makassar yang akan menghadirkan hidangan khas lezat bagi masyarakat.

Di Daeng Tata, pengguna Grab dapat memesan dari Mastercheese Pizza, Ayam Gepuk Pak Gembus, Big Bananas, Bebek Gazebo, Mama Hot Plate,  Rumah Jajanan Makassar, Bebek Goyang Sulawesi ‘Begos’, Queen Fruits, dan Ayam Geprek Mercon EB.

Bagi yang ada di kawasan Batua, pengguna dapat menikmati hidangan gurih hingga makanan pencuci mulut, yakni Nasi Kuning Cinta, Mastercheese Pizza, Mama Hot Plate, Ayam Gepuk Pak Gembus, dan Queen Fruits.

Dengan konsep fitur all-in-one, pelanggan pun dapat memesan semua menu hidangan yang ingin dinikmati dari banyak mitra merchant yang ada di satu lokasi GrabKitchen dan menggabungkannya dalam sekali pengiriman dan pembayaran.

48 Titik

Dengan ekspansi terbaru di dua kota tersebut, saat ini, Grab pun mengoperasikan jaringan cloud kitchen terbesar di Indonesia yang terdiri atas 48 titik. Cakupan geografisnya luas di tujuh wilayah dan kota, yaitu Jabodetabek, Bandung, Bali, Medan, Surabaya, Malang, dan Makassar.

Pertama kali diperkenalkan di Jakarta pada 2018, GrabKitchen menawarkan peluang kepada mitra merchant untuk mengembangkan bisnisnya dengan biaya dan risiko rendah, atau cloud kitchen. Mereka pun punya akses langsung untuk menjangkau lebih banyak konsumen lewat pemanfaatan teknologi.

Hingga saat ini, GrabKitchen telah bermitra dengan lebih dari 200 merek (brand) di Indonesia dan 60% di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

GrabKitchen juga bermitra dengan sederet brand favorit masyarakat Indonesia, antara lain SaladStop!, SourSally, Kopi Kenangan, Martabak Pizza Orins, dan Boga Group. Rata-rata, mitra merchant GrabKitchen mengalami peningkatan pesanan harian hingga 80% pada bulan pertama bergabung.

Dengan memanfaatkan data dari aplikasi Grab, seperti riwayat pesanan dan santapan yang sering dicari di GrabFood, serta data dari riset konsumen, Grab mengidentifikasi area dengan permintaan terhadap hidangan dan brand yang belum memenuhi selera konsumen yang tinggal dan bekerja di daerah tersebut.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN