Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Johnny G Plate

Johnny G Plate

Kemenkominfo Pantau Kasus Peretasan WhatsApp

Abdul Muslim, Kamis, 7 November 2019 | 20:16 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus memantau perkembangan kasus peretasan yang menimpa ribuan pengguna WhatsApp di sejumlah negara oleh aplikasi mata-mata (spyware) Pegasus buatan NSO Group dari Israel.

"Sejauh ini, kami monitoring, belum terlihat (dari Indonesia yang terkena) itu," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, usai bertemu dengan perwakilan Facebook, perusahaan induk WhatsApp, di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (7/11).

Menkominfo masih enggan menyimpulkan, apakah saat ini kasus peretasan tersebut juga telah terjadi pada pengguna WhatsApp di Indonesia. Dia menyatakan akan terus bekerja dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSS) untuk memantaunya.

Semua pengguna aplikasi berkirim pesan WhatsApp pun diingatkannya untuk selalu memperbarui dengan aplikasi yang terbaru agar mendapatkan sistem perlindungan keamanan siber terkini, termasuk untuk mencegah disusupi spyware.

Sementara itu, Facebook Inc, sebagai induk usaha WhatsApp, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan kasus peretasan WhatsaApp juga terjadi di Indonesia yang melibatkan perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group.

"Kami sedang memasukkan tuntutan terhadap NSO Group di Amerika Serikat. Tidak bisa menjelaskan secara rinci," kata Direktur Kebijakan WhatsApp Asia Pasifik Clair Deevy, di tempat yang sama, seperti dikutip Antara.

NSO Group diduga membuat spyware yang disusupkan ke server WhatsApp untuk meretas data penggunanya, terutama dari negara-negara yang berhubungan dengan Amerika Serikat. Peretasan ini diduga telah berdampak kepada 1.400 pengguna di berbagai negara, antara lain AS, Bahrain, Uni Emirat Arab, India, Pakistan, dan Meksiko.

Fitur Privasi

Dalam pertemuan dengan Menkominfo, WhatsApp juga memperkenalkan setelan privasi dan sistem pengundangan baru yang dapat menentukan siapa yang bisa bergabung ke dalam grup percakapan di WhatsApp.

Untuk mengaktifkannya, pengguna dapat membuka Pengaturan, atau Setelan dalam aplikasi, kemudian ketuk Akun, Privasi, dan Grup. Selanjutnya, pilih salah satu dari ketiga opsi, yakni Semua Orang, Kontak Saya, atau Kontak Saya Kecuali.

Kontak Saya berarti hanya pengguna yang terdaftar dalam daftar kontak yang dapat menambahkan ke dalam grup. Sedangkan Kontak Saya Kecuali menawarkan pengaturan tambahan untuk memilah siapa saja dalam daftar kontak yang dapat menambahkan anggota ke dalam grup.

Bagi admin yang tidak dapat menambahkan anggota ke dalam grup akan diminta untuk mengirimkan undangan pribadi melalui chat individual, yang memberikan pilihan, apakah pengguna berminat untuk bergabung ke dalam grup.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA