Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung MNC Tower. (ist)

Gedung MNC Tower. (ist)

MNC Hormati Putusan MK Tolak Uji Materi UU Penyiaran

Kamis, 14 Januari 2021 | 18:52 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - MNC Group menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi (judicial review) UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang diajukan RCTI dan iNews TV.

"Majelis hakim MK dalam pertimbangannya menyatakan, kewenangan pengaturan layanan OTT ada pada Kementerian Kominfo, sesuai UU ITE,” ujar Corporate Legal Director MNC Group Christophorus Taufik, Kamis (14/1/2021).

Ketua Hakim MK Anwar Usman menegaskan, terdapat beberapa alasan mengapa permohonan itu ditolak. Pertama, OTT memang bukan penyiaran, karena OTT bersifat private dan eksklusif, sedangkan penyiaran disiarkan secara umum. Kedua, penyiaran disiarkan secara serentak dan bersamaan, tergantung masyarakat untuk menonton, sedangkan OTT hak sepenuhnya ada di masyarakat.

Ketiga, dia melanjutkan, OTT sudah diatur dalam UU ITE, di mana Kominfo diberi kewenangan untuk mengatur, termasuk memblokir. Jika terkait penyedia jaringan, pemblokiran bisa berdasarkan UU Telekomunikasi. Keempat, OTT bagian dari ruang cyber yang tidak berbatas territory, berbeda dengan penyiaran.

Kelima, jika dipandang perlu pengaturan lebih komprehensif untuk OTT , itu adalah sepenuhnya kewenangan pembentuk UU.

Sebelumnya, dari sisi landasan hukum,  Pasal 1 ayat UU Penyiaran No 32 Tahun 2002 menyebutkan, penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.

Disebutkan, penyiaran adalah yang menggunakan spektrum frekuensi radio, sedangkan tayangan video berbasis internet, seperti OTT, media sosial, dan lainnya, juga menggunakan spektrum frekuensi radio. Tayangan lewat mobile juga menggunakan spektrum frekuensi radio, di mana tayangan lewat wi-fi juga menggunakan spektrum frekuensi radio di 2,4GHz.

UU No.32/2002 dapat digunakan sebagai pijakan untuk mengatur tayangan video berbasis Internet. Tanpa ada spektrum frekuensi radio, semua tayangan video berbasis Internet tidak dapat ditransmisikan, sehingga tidak dapat ditonton.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN