Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri Lippo Group Mochtar Riady. Foto: IST

Pendiri Lippo Group Mochtar Riady. Foto: IST

Mochtar Riady: Pandemi Covid-19 Percepat Revolusi Industri ke-4

Emanuel Kure, Rabu, 20 Mei 2020 | 18:48 WIB

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 yang mewabah secara global memukul hampir sebagian sektor kehidupan manusia. Baik itu dari sisi sosial, politik, budaya, ekonomi dan Teknologi Informasi (TI). Pandemi Covid-19 juga turut membawa dua dampak sekaligus, negatif dan positif.

Negatifnya, semua sektor yang disebutkan di atas terguncang, dan bakal butuh waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Sedangkan, positifnya, terdapat peluang dan tantangan baru yang harus dipikirkan manusia untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain itu, dampak lainnya, pendemi ini juga justru mempercepat era Revolusi Industri ke-4.

Founder sekaligus Chairman Lippo Group Mochtar Riady mengatakan, dari sisi positif, pendemi Covid-19 akan mempercepat terjadinya Revolusi Industri ke-4. Peluang percepatan menuju Revolusi Industri ke-4 dapat terlihat melalui aktivitas yang keseluruhannya dilakukan secara online atau digital.

“Contohnya saat ini kita melakukan online conference, ini mau tidak mau harus kita lakukan. Semua pihak dipaksa untuk melakukan secara online. Pembelian secara online, pembayaran juga melalui digital payment. Ini semua menjadi dasar menuju Revolusi Industri ke-4,” kata Mochtar dalam webinar conference, Rabu (20/5).

Menurut Mochtar, era Revolusi Industri IV adalah era TI, era digital, di mana TI akan menjadi epicentrum dari semua aktivitas manusia. Sehingga, mau tidak mau manusia harus bisa menguasai teknologi, agar bisa berpartisipasi di era Revolusi Industri ke-4.

Mochtar mengungkapkan, saat ini dunia memasuki revolusi industri yang ke-4. Era ini ditandai dengan sektor Teknologi Informasi (TI) yang menjadi motor penggerak segala lini kehidupan manusia. Revolusi industri yang ke-4 ini juga ditandai dengan tiga hal penting, yaitu IT (Information Technology) atau digital technology, nano technology dan bio technology

“Indonesia tidak boleh ketinggalan zaman. Tidak boleh ketinggalan Revolusi Industri ke-4 ini. Semua orang harus sadar bahwa kita sekarang ini sudah memasuki Revolusi Industri ke-4,” ujar Mochtar.

Mochtar juga berbicara tentang peluang sunset industry di tengah pandemi Covid-19. Dia mencontohkan perusahaan yang bergerak di bidang tekstil, yaitu Sritex. Menurut dia, industri tekstil tidak akan mengalami apa yang yang disebut sunset industry. Justru yang akan menjadi sunset adalah pabriknya, bukan industrinya. Pasalnya, kebutuhan akan pakaian tidak akan tergantikan. Setiap orang setiap saat pasti membutuhkan pakaian.

Oleh karena itu, pabriknya harus mulai berpikir untuk mulai melakukan transformasi digital. Pabrik harus menggunakan TI, sehingga tetap survive dan berkembang ke depannya.

“Tekstil tidak pernah menjadi sunset industry. Karena manusia selalu gunakan pakaian. Tetapi pabrik bisa menjadi sunset, kalau tidak gunakan teknologi, Artificial Intelligent (AI) dan digital. Setiap perusahaan harus pikirkan itu, bagaimana supaya bisa menjadi digital,” jelas Mochtar.

Contoh lainnya adalah Matahari Departement Store, yang merupakan bagian dari Lippo Group. Saat ini semua aktivitas harus dilakukan secara online, baik itu dari sisi penjualan, marketing, promosi dan sebagainya. Bahkan, Matahari menggabungkan metode online dan offline.

“Prosesnya harus melalui digital. Ikuti proses Revolusi Industri ke-4 ini. Kalau semua mengikuti ini maka 5G akan menjadi dominan,” tambah Mochtar.

Belajar dari Jack Ma

Dia juga menyebut dua nama yang sangat dominan di bidang digital, yaitu Jack Ma, pendiri Alibaba Group dan Bill Gates, pendiri Microsoft. Dia menjelaskan, bagaimana kedua orang ini memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan perusahaannya.

“Jack Ma dan Bill Gates memanfaatkan digital. Bagaimana mereka memanfaatkan teknologi baru di era Revolusi Industri ke-4 ini. Mereka memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan perusahaan mereka, sehingga mereka bisa berhasil seperti sekarang ini,” ungkap Mochtar.

Mochtar juga memberikan inspirasi, bagaimana supaya bisa mengambil keputusan yang tepat di tengah perubahan yang terjadi.

Menurut dia, ketika seseorang hendak mengambil sebuah keputusan, entah maju atau berhenti, maka perlu melihat perubahan zaman yang terjadi. Ketika sudah melihat perubahan apa yang sedang terjadi, lalu segera mengambil keputusan strategi apa yang mau diterapkan.

“Contoh, kita belajar dari Jack Ma. Jack Ma mulai dengan cara yang simple. Dia mulai dengan 2-3 orang pekerja. Yang penting perhatikan perubahan zaman,” tutur Mochtar Riady.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN