Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (Foto: Kemenkominfo)

Plt Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (Foto: Kemenkominfo)

November, Kemenkominfo Identifikasi 260 Hoaks

Abdul Muslim, Senin, 2 Desember 2019 | 21:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikai dan Informatika (Kemenkominfo) berhasil mengidentifikasi penyabaran sebanyak 260 kabar bohong, atau palsu (hoaks) selama November 2019. Sedangkan total hoaks yang berhasil diidentifikasi bertambah menjadi 3.901 sejak Agustus 2018 hingga November 2019.

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu menyampaikan, selama bulan November 2019, terdapat penyebaran sebanyak 260 hoaks, atau kabar bohong/berita palsu yang berhasil diidentifikasi oleh Kemenkominfo.

“Karena itu, total jumlah hoaks yang berhasil dikais, diidentifikasi, diverifikasi, dan divalidasi oleh Kemenkominfo bertambah menjadi 3.901 hoaks pada periode Agustus 2018 sampai dengan November 2019,” ujar Nando, panggilan akrab Ferdinandus Setu di Jakarta, Senin (2/12).

Sementara itu, dari total 3.901 hoaks sejak Agustus 2018 hingga November 2019 yang diidentifikasi, diverifikasi, dan divalidasi oleh Tim AIS Kemenkominfo, jumlah hoaks untuk kategori politik sangat mendominasi dengan angka mencapai 973 item.

Kemudian, disusul 743 hoaks untuk kategori pemerintahan, 401 hoaks kategori kesehatan, 307 hoaks kategori lain-lain, 271 hoaks untuk kategori kejahatan, 242 hoaks kategori fitnah, 216 hoaks kategori internasional, serta sisanya hoaks terkait dengan bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan, dan pendidikan.

Dari penelusuran Mesin AIS Kemenkominfo, sepanjang Agustus 2018 sampai November 2019, jumlah hoaks dan ujaran kebencian meningkat paling tajam hingga mencapai 501 item khusus pada April 2019. Hal tersebut terjadi berbarengan dengan momen puncak gelaran kampanye pemilihan presiden dan legislatif.

“Hoaks politik yang marak muncul di bulan April didominasi oleh kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik KPU (Komisi Pemilihan Umum) maupun Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu),” tambahnya.

Dia menjelaskan, Tim AIS Kemenkominfo yang dibentuk pada Januari 2018 dengan tujuan untuk melakukan pengaisan, identifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di wilayah dunia maya (cyber space) Indonesia.

Materi yang disasar terutama terdiri atas konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini, Tim AIS Kemenkominfo memiliki jumlah 100 personel yang didukung oleh mesin AIS yang bekerja selama 24 jam dan tujuh hari seminggu tanpa berhenti.

Nando pun kembali mengingatkan bahwa Kemenkominfo selalu mengimbau kepada para warga internet (warganet) di Tanah Air yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan laporan kepada kanal pengaduan konten yang telah dibuat pemerintah.

“Laporan bisa dilakukan melalui e-mail aduankonten@kominfo.go.id, akun twitter @aduankonten, atau melalui aplikasi pesan instan WhatsApp pada nomor 081-1922-4545,” pungkas dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA