Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi TV digital. (ist)

Ilustrasi TV digital. (ist)

Pengamat Soroti Pemenang Multipleksing TV Digital

Rabu, 28 April 2021 | 19:31 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Pengamat komunikasi Emrus Sihombing meminta Menkominfo Johnny G. Plate mendiskualifikasi dan mengkaji ulang pemenang seleksi penyelenggaraan multipleksing televisi digital terestrial atau slot TV digital di 22 wilayah yang diumumkan, Senin (26/4/2021).

Ada empat poin yang digarisbawahi Emrus Sihombing terkait polemik hasil seleksi penyelenggara multipleksing tersebut. Pertama, dikarenakan menyangkut hajat hidup orang banyak, seleksi penyelenggaraan multipleksing harus sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2021, yang mensyaratkan pemenang seleksi haruslah pihak yang sudah menjadi penyelenggara Mux. Hal ini dimaksudkan agar layanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan baik.

Di samping itu , dia menuturkan, PP ini juga mensyaratkan agar pelaku usaha yang sudah melakukan investasi infrastruktur tidak mubazir investasinya dengan mengonversi dari analog menjadi digital.

"Dengan demikian, proses seleksi dan penentuan penerima slot TV digital harus mengandung unsur keadilan proporsional," kata Emrus dalam keterangan resmi, Selasa (27/4/2021).

Kedua, dia menuturkan, peserta yang tidak memenuhi syarat dan kelengkapan seharusnya langsung didiskualifikasi. Ketiga, untuk efisiensi sumber daya nasional, lembaga penyaran swasta (LPS) eksisting yang sudah mengalokasikan modalnya, seperti tanah, bangunan, tenaga kerja, menara dan sebagainya di suatu daerah sudah sewajarnya mendapatkan alokasi Mux di masing-masing daerah tersebut agar ada jaminan kelangsungan investasi, yang tentunya akan berkorelasi langsung dengan kontinuitas pekerjaan para karyawan LPS tersebut.

"Keempat, saya menyarankan kepada Menkominfo untuk secara lebih bijak dapat mengkaji ulang hasil seleksi yang baru saja diumumkan sebagai bagian dari penerapan tata kelola pemerintahan yang bersih," ungkapnya.

Seperti diketahui, penetapan pemenang seleksi dilatarberlakangi pertimbangan kemampuan dalam mendukung implementasi (analog switch off/ASO).

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN