Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
TV Digital

TV Digital

Pengukuran Efektivitas Iklan Terancam Kacau

Senin, 7 Juni 2021 | 18:20 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diminta memastikan kelengkapan seluruh infrastruktur siaran digital dan kesiapan perangkat set top box, jika akan memadamkan siaran televisi analog di lima wilayah pada 17 Agustus 2021.

Praktisi industri periklanan Janoe Arijanto mengatakan, perusahaan periklanan akan konsentrasi dengan persoalan ini, terutama berbicara pengukuran iklan. Artinya, ketika ingin memadamkan siaran analog (analog switch off/ASO) dengan perangkat siaran digital yang tidak disediakan secara maksimal, hal itu dinilai akan berdampak buruk terhadap efektivitas pengukuran iklan di TV.

"Jadi, kalau tidak dilakukan pentahapannya secara baik, pengukuran iklan juga akan berantakan, karena komposisi populasi dan sample jadi tidak memadai secara metodologi. Jadi, daerah-daerah yang dijadikan sample iklan, harus dipastikan untuk siap," ujar Janoe, Senin (7/6/2021).

Dia menjelaskan pihaknya sepakat dengan wacana pemerintah untuk memadamkan siaran analog. Hanya saja, pemerintah harus mempersiapkan seluruh perangkat set top box bagi masyarakat sebelum siaran televisi digital beroperasi.

"Basically, kami setuju dengan pemindahan analog ke digital. Yang harus disiapkan adalah penjadwalan. Penjadwalan yang saya maksud adalah kesiapan dari seluruh masyarakat memasang set top box sebelum masa deadline penerapan siaran televisi digital," tandasnya.

Janoe memaparkan, jika seluruh perangkat televisi digital dan infrastruktur set top box tidak dipersiapkan pemerintah sebagaimana mestinya, televisi digital tidak dapat maksimal disiarkan secara nasional. Terlebih, masyarakat saat ini belum paham, baik itu menggunakan ataupun memasang perangkat set top box televisi digital.

"Kita tidak bisa mengoperasikan siaran televisi digital secara nasional, sedangkan masih banyak masyarakat yang belum paham dan belum memasang perangkat untuk menerima siaran televisi digital," ungkap mantan Ketua Dewan Periklanan Indonesia (DPI) ini.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana memadamkan siaran televisi analog di lima wilayah. Pemadaman siaran televisi tahap pertama itu akan dilakukan pada 17 Agustus 2021.

Pemadaman siaran analog ini merupakan tahap pertama dari lima tahap pemadaman siaran analog, sebagaimana yang tertuang dalam Permen Kominfo No.6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran. Pemadaman merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memigrasikan siaran analog ke digital.

Sekadar informasi, lima wilayah yang akan dipadamkan siaran analognya yaitu, Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, lalu Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang berada di Kepulauan Riau, kemudian Kabupaten Serang, Kabupaten Cilegon dan Kota Serang, Banten. Selanjutnya, Kalimantan Timur yang meliputi Kabupaten Kutai Kata Negara, Kota Samarinda, dan Kota Bontang dan terakhir Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan di wilayah Provinsi Kalimantan Utara.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN