Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Damien Wong, Vice President and General Manager Asian Growth Emerging Markets Red Hat

Damien Wong, Vice President and General Manager Asian Growth Emerging Markets Red Hat

Perbankan Tempuh Langkah Lanjutan Menuju Penyempurnaan Digital

IS, Selasa, 30 April 2019 | 15:15 WIB

JAKARTA - Sekitar sembilan dari 10 perusahaan yang disurvei dalam Red Hat Global Customer Tech Outlook 2019 menyadari kebutuhan bagi perusahaan untuk menjadi perusahaan enterprise digital dan berencana untuk melakukan transformasi digital dalam dua tahun ke depan, jika mereka belum melakukannya.

Beberapa dorongan utama dalam melakukan transformasi digital termasuk peningkatan efisiensi operasional dan peningkatan pengalaman pelanggan. Misalnya maskapai penerbangan Cathay Pacifik di Hong Kong, perusahaan tersebut menerapkan solusi open source kelas enterprise untuk mengembangkan platform cloud mereka sebagai bagian dari upaya transformasi digital perusahaan.

“Oleh sebab itu, perusahaan dapat menstandardisasi dan memusatkan manajemen, serta menerapkan aplikasi secara cepat untuk lebih mendukung strategi bisnis keseluruhan yang menempatkan pelanggan sebagai fokus utamanya,” kata Damien Wong, Vice President and General Manager, Asian Growth & Emerging Markets, Red Hat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (28/4).

Namun, dibutuhkan lebih dari sekedar suatu proyek transformasi digital sekali jalan agar berhasil di era digital. Seiring terus berkembangnya lingkungan bisnis, perusahaan akan perlu mengadopsi penyempurnaan digital (digital refinement), yang mengharuskan mereka untuk terus mengevaluasi kembali strategi transformasi digital yang dimilikinya agar tetap relevan di tengah pesatnya perubahan yang ada.

Menurut IDC, proses penyempurnaan digital ini akan menjadi kunci dalam membantu setidaknya 55% perusahaan di Asia Pasifik agar menjadi perusahaan digital sebelum tahun 2020, di mana mereka akan mentransformasi pasar melalui model-model bisnis baru, serta produk dan layanan yang disempurnakan secara digital.

Penyempurnaan Digital

Menurut Damien adalah tiga hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mencapai penyempurnaan digital.

Pertama,menganalisis rantai nilai perusahaan. Kemajuan teknologi bisa menjadi pedang bermata dua. Meskipun kemajuan teknologi dapat memberikan lebih banyak kenyamanan bagi konsumen, hal tersebut juga dapat mendorong tuntutan dan perilaku pelanggan baru yang memaksa perusahaan untuk mentransformasi operasional dan layanan mereka.

Hal ini mengharuskan perusahaan untuk menganalisis rantai nilai mereka dengan mempelajari posisi pasar, mengidentifikasi kelemahan kompetitif mereka, dan meningkatkan penawaran.

Kedua, menjadikan hal-hal digital sebagai pusat perusahaan. Meskipun teknologi memainkan peran besar dalam transformasi digital, memiliki budaya digital-first (mengutamakan hal-hal digital) juga bisa menjadi faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan transformasi digital.

Perusahaan dengan budaya digital-first dapat menyelaraskan pengguna, proses, dan struktur untuk menggunakan teknologi dengan tujuan mengoptimalkan operasional dan menciptakan peluang bisnis baru.

Namun, fokus utama bagi perusahaan haruslah tentang cara mereka dapat menyelaraskan keahlian karyawan mereka terhadap perubahan ini karena transformasi ini membutuhkan perubahan pola pikir. Perusahaan juga harus mengidentifikasi kesenjangan keterampilan dan memberikan pelatihan yang diperlukan untuk memastikan bahwa setiap karyawan dapat mengikuti dan berkontribusi terhadap perjalanan transformasi digital perusahaan.

Ketiga, memilih mitra teknologi yang tepat. Mengingat kompleksitas transformasi digital, perusahaan harus mempertimbangkan mitra mana yang relevan yang akan memberikan nilai tambah seiring perusahaan mengatasi peluang dan tantangan digital.

Tidak ada perusahaan yang dapat dengan mudah memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem teknologi yang kuat, dan mencoba melakukannya sendiri terbukti sulit dan membutuhkan biaya yang mahal. Maka, langkah selanjutnya yang harus diambil perusahaan adalah memutuskan apakah akan membangun atau membeli kemampuan yang dibutuhkan.

Bank BRI di Indonesia, misalnya, bermitra dengan Red Hat Consulting untuk mengembangkan platform cloud hybrid dan menghindari kompleksitas dalam memigrasi sistemnya ke cloud. Langkah ini juga memperlengkapi tim IT Bank BRI dengan pengetahuan dan pengalaman untuk secara efektif menggunakan solusi Red Hat guna mengelola cloud hybrid mereka dengan cara yang terbaik, serta membangun dan menerapkan aplikasi dengan cepat demi mengikuti perubahan permintaan pelanggan.

Keberhasilan di era digital menuntut perusahaan untuk secara konstan memanfaatkan momentum inovasi ketimbang berinovasi secara ad-hoc. Karena penyempurnaan digital dapat membantu perusahaan untuk secara proaktif dan terus-menerus berinovasi, perusahaan yang mampu melakukannya tidak hanya akan terhindar dari disrupsi, tetapi juga dapat bersaing dengan lebih baik dengan cara menangkap peluang-peluang baru mendahului para pesaing mereka.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN