Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kejahatan siber (Gambar: computerworld.com/IST)

Ilustrasi kejahatan siber (Gambar: computerworld.com/IST)

Perusahaan Global Jadi Target Phising

Emanuel Kure, Jumat, 1 November 2019 | 07:30 WIB

JAKARTA, investor.id - Akamai Technologies Inc, menerbitkan survei tentang Status Internet/Keamanan Phising 2019 yang bertajuk Baiting the Hook report. Hasilnya disimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan multinasional global, antara lain Microsoft, PayPal, DHL, dan Dropbox bisa menjadi sasaran, atau medium serangan kejahatan dunia maya (siber) melalui metode phising.  

Penelitian itu menunjukkan bahwa penjahat dunia maya menggunakan strategi pengembangan dan penyebaran berbasis perusahaan, seperti phising sebagai layanan (PaaS) untuk memanfaatkan beberapa merek teknologi terbesar di dunia. Sekitar 42,63% domain pun menargetkan Microsoft, PayPal, DHL, dan Dropbox sebagai sasaran dan medium kejahatan.

Phising merupakan suatu metode kejahatan maya untuk melakukan penipuan dengan cara mengelabui, atau mengambil alih akun target. Laporan tersebut memerinci bahwa phising tidak lagi hanya ancaman berbasis surat elektronik (electronic mail/e-mail), tetapi telah meluas hingga mencakup media sosial dan perangkat seluler, sehingga mampu menciptakan masalah dengan jangkauan luas yang menyentuh semua industri.

Metode yang terus berkembang tersebut berubah menjadi teknik yang berbeda. Salah satunya adalah serangan kompromi e-mail bisnis (Bussines E-mail Compromize/BEC). Bahkan, menurut FBI, serangan BEC telah mengakibatkan kerugian di seluruh dunia lebih dari US$ 12 miliar antara Oktober 2013 hingga Mei 2018.

Phising adalah masalah jangka panjang yang kami perkirakan membuat musuh terus-menerus, mengejar konsumen, dan bisnis, hingga program pelatihan kesadaran pribadi dan teknik pertahanan berlapis diterapkan,” kata Direktur Editorial Akamai Martin McKeay, dalam keterangannya, Kamis (31/10).

Laporan tersebut juga menunjukkan, penjahat siber menargetkan merek global teratas dan penggunanya di berbagai industri melalui operasi kit phising yang sangat terorganisir dan canggih. Selama periode penelitian, teridentifikasi adanya 6.035 domain dan 120 variasi kit perusahaan teknologi tinggi teratas yang ditargetkan menjadi sasaran phising.

Setelah itu, perusahaan layanan keuangan teridentifikasi adanya  3.658 domain dan 83 varian kit yang paling ditargetkan. Berikutnya, industri perdagangan secara elektronik (e-commerce) teridentifikasi ada 1.979 domain dan 19 varian kit, serta media teridentifikasi ada 650 domain dan 19 varian kit.

“Secara keseluruhan, lebih dari 60 merek global menjadi target selama periode pelaporan,” ujar McKeay.

Menurut pemantauan Akamai, Microsoft, PayPal, DHL, dan Dropbox menjadi merek target teratas dalam hal phising. Microsoft mengambil porsi 21,88% dari total domain (3.897 domain dan 62 varian kit), PayPal mengambil 9,37% porsi dari total domain dan 14 varian kit, DHL (7 varian kit) yang menggunakan 8,79% dari total domain, serta Dropbox mencapai 2,59% (11 varian kit) dari total domain.

Menurut Mckeay, ketika lanskap phising terus berkembang, lebih banyak teknik seperti serangan BEC yang akan berkembang dan mengancam berbagai industri di seluruh dunia. Serangan phising juga tidak lagi menggunakan metode yang sama untuk semuanya, atau berbeda metode.

“Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan uji tuntas agar tetap di depan para penjahat siber yang berpikiran bisnis ingin menyalahgunakan kepercayaan mereka,” pungkas McKeay.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA