Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder dan Executive Chairman Rosebay Group Rohit Kumar

Founder dan Executive Chairman Rosebay Group Rohit Kumar

Rosebay Group Incar Perusahaan Indonesia untuk Implementasi Big Data dan AI

Kamis, 26 November 2020 | 21:52 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id- Rosebay Group, perusahaan teknologi asal Nepal mengungkapkan, big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) telah menjadi tren teknologi pada saat ini. Bahkan telah diadopsi oleh perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tidak banyak yang paham bagaimana mengimplementasikannya dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya ingin membantu perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi teknologi secara mulus.

Founder dan Executive Chairman Rosebay Group Rohit Kumar mengatakan, data yang dipadukan dengan kecerdasan buatan akan menjadi data pintar (smart data). Smart data itulah yang akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Mulai dari mengurangi risiko diambilnya keputusan yang salah, efisiensi, rekomendasi, hingga pemasaran.

“Dengan data, kita bisa mengirim iklan SMS atau email ke konsumen. Dibantu kecerdasan buatan, kita bisa menentukan apakah iklan SMS dan email tersebut benar-benar terkirim sesuai ke konsumen yang sesuai,” kata Rohit melalui virtual conference, Kamis (26/11).

Menurut dia, di Indonesia sendiri big data adalah wilayah baru. Begitu juga dengan artificial intelligence. Padahal, kebutuhan akan smart data sangat tinggi.

”Di Indonesia ada banyak peluang untuk mengolah data dengan baik. Karena banyak perusahaan yang masih mengolah datanya secara manual. ”Rosebay ingin menutup celah itu. Bagaimana agar big data dan AI ini bisa lebih merata. Kami ingin mewujudkan lebih banyak lagi perusahaan yang berorientasi pada data (data driven organization) dalam menjalankan bisnis mereka,” ujar Rohit.

Rohit melanjutkan, dampak adopsi big data dan AI di perusahaan tidak hanya masif, namun juga bisa dipakai di segala jenis industri. Mulai dari kesehatan/health care, logistik/supply chain, telekomunikasi, hingga sektor publik.

Rosebay mencontohkan bagaimana mereka melakukan transformasi data warehouse milik LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional) sehingga menjadi sebuah big data yang berdampak pada penghematan besar yang dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan, institusi finansial seperti bank dan lembaga keuangan akan sangat terbantu dengan adanya digitalisasi.

”Mulai membantu proses audit keuangan, hingga dalam hal strategi marketing dan sales yang mendatangkan revenue,” tutur Rohit.

Rohit menyebut bahwa teknologi AI bisa memproduksi consumer behaviour. Setidaknya ada tigs area yang terus dikembangkan Rosebay dalam menyediakan layanan Big Data dan AI terbaik di Indonesia.

Pertama, teknologi face recognition di sektor finansial yang akurat dan mempermudah nasabah bank untuk mencocokkan identitas dan mencegah penipuan/fraud. Kedua, mengurangi bottle neck atau penyumbatan adopsi Big Data dan AI di Indonesia.

”Karena banyak yang tidak bisa mengaplikasikan big data dan AI dengan baik. Saya melihat ada perusahaan yang menghabiskan waktu 2 tahun untuk persiapan dan implementasi, tapi tidak mendapatkan hasil sesuai harapan,” ungkap Rohit.

Fokus ketiga adalah soal Security atau keamanan dengan menggabungkan teknologi blockchain dan AI. “Kombinasi blockchain dan AI bisa memprediksi kapan security breach (kebocoran/pembobolan data) akan terjadi. Blockchain akan membuat data sangat aman, sedangkan AI akan melakukan prediksi dan melakukan pencegahan (counteractive measures),” tambah Meera Tiwari, Blockchain Business Solution Rosebay Group.

Big data dan AI untuk UMKM
Big data dan AI ternyata tidak hanya penting untuk perusahaan besar yang sudah mengumpulkan data sejak 5-10 tahun terakhir. Ternyata, perusahaan perintis atau startup dan UMKM pun perlu.

“Banyak UMKM merasa big data dan AI tidak relevan bagi mereka, karena perusahaan mereka baru saja dibentuk dan masih memiliki sedikit sekali data tentang konsumen. Selain Indonesia, saya temukan juga di pasar seperti Vietnam dan Kamboja,” ujar Aaja Baruwal, Data Driven Transformation for businesses Rosebay Group.

Padahal, Aaja melanjutkan, teknologi AI bisa melakukan melakukan prediksi hingga rekomendasi tentang perilaku konsumen. ”Jadi, siapapun bisa mendapatkan keuntungan dengan AI,” katanya.

Hal serupa juga terjadi di blockchain. Meera Tiwari mengatakan bahwa kebutuhan penyimpanan data secara aman lewat teknologi blockchain dibutuhkan oleh semua perusahaan, baik kecil maupun besar. ”Dan bisa digunakan untuk semua bisnis. Bahkan, dalam 5-10 tahun ke depan blockchain akan menjadi teknologi umum yang akan digunakan oleh semua perusahaan,” ujar Meera.

Di sisi lain, Rohit menambahkan, ada beberapa hal yang harus dilakukan saat perusahaan berencana mengadopsi big data dan AI ke dalam struktur organisasi mereka.

”Pertama, departemen IT harus bisa mengkomunikasikan dampak adopsi teknologi baru seperti big data dan AI terhadap bisnis kepada manajemen C-level di perusahaan,” ujar Rohit.

Kedua, awali dengan project-project kecil yang bisa memberikan hasil positif. ”Sebelum akhirnya melakukan perubahan besar terhadap perusahaan,” ungkapnya.

Ketiga, Rohit menyebut bahwa adopsi teknologi dilakukan secara bertahap diiringi analitik sebagai bagian dari prosesnya.

”Hindari transformasi tunggal. Sebagian besar perusahaan IT/konsultan lebih suka Anda melakukan investasi besar tunggal karena mereka akan dibayar lebih banyak. Kami tidak merekomendasikan pendekatan ini,” pungkas Rohit.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN