Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ravi Saraogi, Co-Founder and President  of Uniphore APAC

Ravi Saraogi, Co-Founder and President of Uniphore APAC

Uniphore Bidik Pertumbuhan Pendapatan 500%

Emanuel Kure, Kamis, 26 Maret 2020 | 15:07 WIB

JAKARTA, investor.id - Uniphore, perusahaan teknologi yang menyatukan teknologi Artificial Intelligent (AI)  dan otomatisasi untuk customer services terutama untuk layanan Conversational Service Automation (Layanan Otomatisasi Percakapan) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 500% pada 2020. Jumlah tersebut tumbuh signifikan dibanding pertumbuhan pada 2019 (YoY) yang sebesar 300%.

Ravi Saraogi, Co-Founder and President  of Uniphore APAC mengatakan, target pertumbuhan pendapatan ini akan didukung oleh pendanaan seri C yang telah didapatkan perusahaan, yang dipimpin oleh March Capital Partners sebesar US$ 51 juta pada Agustus 2019 lalu.

“Dengan pendanaan baru ini, kami dapat mempercepat ekspansi global dan melayani pelanggan kami dengan lebih baik dengan mengembangkan dan memberikan solusi inovatif dari Conversational Service Automation kepada lebih banyak perusahaan di seluruh dunia,” kata Ravi melalui siaran pers, Kamis (26/3).

Menurut Ravi, Conversational Service Automation milik Uniphore memiliki akurasi suara tertinggi di industri, cakupan bahasa terluas, latensi dan waktu respons terbaik, serta tingkat prediktabilitas niat tertinggi.

“Kami menawarkan kecerdasan buatan untuk percakapan dalam lebih dari 100 bahasa global, termasuk beberapa dialek,” ujar Ravi.

Ravi menjelaskan, platform Conversational Service Automation Uniphore menawarkan rangkaian produk perangkat lunak yang terintegrasi, yaitu:

Pertama, auMina. Otomatisasi Percakapan dan Analisis untuk mengubah customer service dengan insight real-time. Dorong kinerja, efisiensi, keterlibatan dengan fokus pada otomatisasi front-office yang cerdas.

Kedua, akeira. Asisten percakapan untuk mendorong keterlibatan pelanggan di seluruh saluran. Memungkinkan untuk melakukan percakapan otomatis yang cerdas dan sangat personal dengan pelanggan.

Ketiga, amVoice. Perlindungan percakapan untuk mencegah penipuan dan pencurian identitas.

Ravi mengungkapkan, menggunakan Conversational Service Automation dapat membantu perusahaan dalam hal penghematan biaya dan efisiensi sambil terus memperluas titik-titik integrasi di luar contact center untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, mempromosikan inovasi, memungkinkan efisiensi organisasi dan, pada akhirnya, meningkatkan pendapatan.

Bahkan, melalui produk ini dapat mengoptimalkan biaya sebesar 30% - 40% yang mengarah pada profitabilitas tinggi bagi perusahaan yang bekerja bersama dengan Uniphore.

“Kami berharap lebih banyak bisnis tertarik untuk mengimplementasikan platform Conversational Service Automation, terutama di pasar dengan berbagai dialek dan bahasa lokal. Indonesia adalah contoh yang bagus dengan ratusan bahasa lokal di setiap provinsi,” ungkap Ravi.

Di Indonesia, lanjut Ravi, pihaknya telah beroperasi dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi, perbankan dan jasa keuangan. Pihaknya akan terus memperluas pasar di segmen ini. “Kami fokus untuk memperluas jejak kami di Indonesia dan menjadi pemimpin pasar di segmen kami,” tutur Ravi.

Selain di Indonesia, platform Uniphone juga tersedia di pasar Japac (Japan dan Asia Pasific) Di wilayah Japac, fokus pasar Uniphore adalah Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam.

Vietnam adalah pasar dengan pertumbuhan terbesar menurut pengamatan kami terutama pada industri fintech. Kemudian ada Hong Kong dan Singapura. Sementara Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan yang cukup lambat, walaupun sebetulnya beberapa bisnis memiliki kemampuan untuk berinvestasi dalam teknologi baru. Namun, Ravi menargetkan pasar Indonesia bisa berkontribusi terhadap total pendapatan perusahaan sekitar 30-40%.

“Dengan jumlah contact center yang tinggi, pada akhirnya pasar akan membutuhkan teknologi kami saat mereka mulai memahami manfaat yang diberikan oleh otomatisasi,” jelas Ravi.

Ravi juga mengharapkan agar para pemimpin bisnis di Indonesia memiliki pola pikir yang maju dalam hal meningkatkan bisnis, terutama dalam menggunakan platform Uniphore.

Dia menilai, saat ini, para pemimpin bisnis  mulai memahami bahwa otomatisasi akan membantu meningkatkan produktivitas agen yang ada, bukan menggantikan peran mereka.

“Conversational Service Automation memungkinkan agen contact center fokus 100% pada panggilan dan percakapan sehingga mereka dapat melakukan yang terbaik, berempati dengan pelanggan. Semua tugas biasa lainnya dapat ditangani oleh platform Conversational Service Automation,” tegas Ravi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN