Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi penggunaan platform Lark untuk kepentingan manajerial perusahaan

Ilustrasi penggunaan platform Lark untuk kepentingan manajerial perusahaan

Upaya Adaptasi Perusahaan Hadapi “New Normal”

Sabtu, 12 September 2020 | 01:06 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Indonesia sedang dihadapkan pada tantangan dan ketidakpastian akibat pandemi. Beradaptasi dengan gaya hidup digital menjadi salah satu upaya untuk menghadapi kenormalan baru yang agar masyarakat tetap dapat melanjutkan kesehariannya. Termasuk di antaranya bagaimana sebuah perusahaan mengelola cara kerja dan koordinasi secara digital.

Berdasarkan hasil penelitian Deloitte dalam laporan The Digital Workplace, organisasi dengan jaringan sosial online yang kuat 7% lebih produktif daripada yang tidak memiliki jejaring. Dengan 64,8% dari total populasi 264 juta penduduk Indonesia sudah terkoneksi internet, maka pandemi bisa dijadikan akselerator modernisasi dan digitalisasi.

Seperti apa sebenarnya akselerator kerja pasca COVID-19, dan bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkan ketangkasan dan produktivitas selama situasi ini? Simak tiga upaya yang dapat dilakukan sebuah perusahaan untuk tetap menjaga efektivitas kerja dalam fase tatanan baru: 

 

Mengimbangi Kapasitas Tenaga Kerja 

Keamanan dan kesehatan karyawan menjadi prioritas utama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020 tentang pengaturan jam kerja pada masa adaptasi kebiasaan baru Juni lalu, banyak perusahaan mulai menerapkan pengaturan jam kerja dengan membagi beberapa shift. Untuk itu, dibutuhkan pengelolaan yang tepat untuk menjaga efektifitas usaha sambil meminimalkan tatap muka.

Mengadaptasi penggunaan platform yang mampu menjadi pusat kontrol yang memungkinkan tahap kerja terotomasi. Seperti persetujuan, alur kerja, pengeluaran, dan data kehadiran, dapat diintegrasikan dengan fitur Approval dan Attendance yang akan sangat membantu sistem kerja suatu perusahaan.

 

Terus Meningkatkan Pengetahuaan Tim

Dengan adaptasi gaya hidup digital dan bekerja secara remote, perusahaan harus tetap menjaga kesempatan karyawan dalam meningkatkan pengetahuaan dan ketrampilan sebuah tim. Webinar, virtual talkshow, dan virtual workshop, menjadi salah satu yang sedang populer saat ini di kalangan masyarakat sebagai sarana untuk membagi edukasi dan konten informatif secara virtual. Konferensi video, adalah fitur pendukung yang penting untuk melakukannya. Fitur ini tidak hanya dapat mengganti peran meeting yang biasa dilakukan secara face-to-face, namun juga menyediakan inovasi baru bagi masyarakat untuk bangkit ditengah pandemi.

Untuk solusinya, bisa digunakan sebuah platform penyedia berbagai fitur kolaborasi  yang saling terhubung seperti Lark, yang memberikan solusi termasuk pengelolaan cara bekerja perusahaan dalam menghadapi fase new normal secara digital. Fitur Lark Video Calls, memungkinkan pengguna melakukan konferensi video secara gratis dan dapat menampung hingga 100 partisipan yang cocok dipergunakan untuk sesi webinar maupun workshop dalam sebuah perusahaan.

Fitur ini juga dilengkapi dengan magic share, ketika pengguna dapat saling mengirim dokumen sekaligus mengeditnya secara bersamaan disaat melakukan video call, sehingga kolaborasi dapat dijalani secara lebih interaktif dan efektif. Selain itu, Lark juga baru saja menghadirkan kemampuan untuk membuat video meeting livestream langsung pada Youtube dan Facebook. 

 

Membangun Efisiensi Baru Melalui Teknologi

Komunikasi antar karyawan adalah salah satu hal yang seringkali menjadi kendala, terutama bagi perusahaan dengan karyawan skala besar. PT Diamond Food Indonesia misalnya, dengan lebih dari 7000 karyawan menjaga komunikasi dan kolaborasi bekerja di masa pandemi ini dengan membangun efisiensi baru melalui teknologi digital. Melalui mitra Lark, Weefer, PT. Diamond Food Indonesia mengimplementasikan Lark dalam manajemen pekerjaan dan mampu menyatukan komunikasi di seluruh organisasi dengan satu platform, menghindari kebutuhan akan platform komunikasi mandiri sehingga meningkatkan keamanan dalam berokomunikasi dan bertukar data.

Fitur komunikasi bisnis Lark juga memungkinkan manajer untuk berkomunikasi lebih baik dengan tim yang tersebar di seluruh daerah. Sedangkan, untuk pekerja di lapangan, aplikasi seluler Lark yang kuat memungkinkan karyawan untuk tetap terhubung dari mana saja. "Lark telah menjadi game-changer bagi kami. Ini telah menjadi pusat komunikasi di seluruh perusahaan" ujar, Joanito Iwan, Direktur IT, PT Diamond Food Indonesia dalam sebuah pernyataannya yang diterima redaksi (11/9).

Sementara itu Suryanto Lee, Senior Professional Service Consultant Lark mengatakan, pada umumnya perusahaan harus bisa beradaptasi dengan cara bekerja digital, bukan semata karena situasi pandemi, melainkan juga mengikuti perkembangan teknologi dan kemajuan digital di era modern untuk dapat bekerja secara holistik.

"Jika kita selalu berdiam diri tanpa melakukan adaptasi terhadap perubahan, maka dapat dipastikan usaha yang kita kerjakan dapat dengan mudah digantikan oleh yang lain. Kemampuan adaptasi juga perlu didukung oleh komunikasi yang efektif. Untuk itu, Lark hadir dengan berbagai kemudahan untuk memastikan pekerjaan dapat dilaksanakan dengan efisien dan efektif."

 

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN