Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aplikasi WhatsApp di ponsel. (IST)

Aplikasi WhatsApp di ponsel. (IST)

WhatsApp: Percakapan Pengguna Tetap Dilindungi Enkripsi

Selasa, 12 Januari 2021 | 20:12 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - WhatsApp, aplikasi perpesanan global unit bisnis Facebook Inc asal Amerika Serikat, menyatakan bahwa seluruh percakapan pengguna dalam aplikasinya tetap dilindungi enkrispi setelah pembaruan kebijakan privasi terbaru.

WhatsApp mengaku tidak bisa melihat pesan, mendengar telepon, tidak mencatat, serta menyimpan pesan dan panggilan, juga tidak bisa melihat lokasi yang dibagikan. WhatsApp juga tidak membagikan kontak pengguna dengan Facebook.

"Seluruh chat pengguna masih dilindungi enkripsi end-to-end. Artinya, siapa pun, termasuk WhatsApp dan Facebook, tidak dapat membaca isi pesan pengguna," ungkap WhatsApp, dalam keterangannya kepada media, Selasa (12/1) malam.

WhatsApp menegaskan bahwa pembaruan kebijakan privasi pengguna tidak berpengaruh terhadap percakapan, baik secara pribadi maupun dalam grup pengguna.

Kebijakan privasi terbaru diklaimnya hanya berlaku untuk percakapan dengan akun WhatsApp Business yang menggunakan API WhatsApp Business dan memilih penyedia hosting di luar WhatsApp.

“Bisnis bisa menggunakan infrastruktur hosting Facebook. Percakapan dengan akun WhatsApp Business akan disimpan di server Facebook,” ungkap WhatsApp.

Jika pengguna berkomunikasi dengan akun WhatsApp Business yang menggunakan penyimpanan di luar WhatsApp, platform akan menampilkan pemberitahuan di obrolan tersebut. Kemudian, pengguna berhak dan bebas memilih, apakah mau berinteraksi dengan bisnis tersebut, atau tidak.

“Percakapan dengan akun bisnis  yang menggunakan aplikasi gratis WhatsApp Business, maupun yang menggunakan WhatsApp Business API, tapi tetap menggunakan layanan hosting WhatsApp, masih terlindungi enkripsi end-to-end seperti biasa," kata WhatsApp.

Kebijakan Privasi

Seperti diberitakan sebelumnya, WhatsApp telah memperbarui kebijakan privasi para penggunanya di seluruh dunia sejak Rabu (6/1) pekan lalu. Karena alasan privasi, sebagian penggunanya diduga telah beralih ke aplikasi saingan, yakni Telegram dan Signal.  

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate pun sampai memanggil perwakilan WhatsApp untuk dimintai penjelasan, Senin (11/1).  Hal itu dilakukan Kemkominfo karena kebijakan baru WshatsApp terkait dengan aturan dan  tata kelola perlindungan data pribadi serta privasi pengguna aplikasi di Tanah Air.

WhatsApp secara bertahap telah memperbarui kebijakan privasi para penggunanya di seluruh dunia. "Kami tetap menghargai privasi Anda sudah ditanamkan dalam DNA kami," ungkap WhatsApp di blog-nya, seperti dikutip Senin (11/1).

Pembaruan kebijakan itu telah disampaikan kepada setiap pengguna. Sejak pekan lalu, ketika membuka aplikasi WhatsApp, pengguna diminta mengklik laman persetujuan sebelum mengakses pesan. Jika tidak bersedia, pengguna tidak bisa lagi mengaksesnya mulai 8 Februari 2021.

Melalui kebijakan baru itu, WhatsApp pun menyampaikan akan mengumpulkan data para pengguna, antara lain nomor ponsel, informasi perangkat dan koneksi, lokasi, log, dan cookies.

Sementara itu, untuk pesan, WhatsApp menyatakan tetap akan menyimpannya di perangkat pengguna, dan bukan di server WhatsApp. "Begitu pesan terkirim, mereka akan dihapus dari server kami," ujar WhatsApp.

WhatApp juga menyampaikan, sebagian pebisnis dapat memilih Facebook, perusahaan induk WhatsApp, untuk menyimpan pesan dan meresponss pelanggan secara aman. “Anda dapat selalu menghubungi akun bisnis tersebut untuk mempelajari selengkapnya mengenai praktik privasi mereka,” ungkap WhatsApp.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN