Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kapal Tua KM Kelud Jadi Hotel Terapung

Senin, 17 November 2014 | 12:44 WIB
Oleh Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

Menikmati perjalanan menggunakan kapal laut yang nyaman, bersih dan dengan petugas yang ramah tidak lagi menjadi impian bagi masyarakat Indonesia. Dengan sentuhan modernitas, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyulap kapal KM Kelud menjadi bukan sekadar sebuah transportasi angkutan laut, tetapi bak penginapan hotel.

Jika melihat wajah KM Kelud yang baru, setelah masuk docking selama empat pekan untuk direnovasi besar-besaran, maka layak lah kapal yang sudah berusia 16 tahun ini disebut sebagai “Hotel Terapung”.

Advertisement

Beritasatu.com diberikan kesempatan untuk menikmati kapal bak hotel terapung ini. Perjalanan melalui laut dari Tanjung Priok menuju Pelabuhan Sekupang, Batam selama 28 jam terasa menyenangkan. Meski tak mewah seperti hotel bintang lima di daratan, KM Kelud tetap menawarkan tempat peristirahatan yang sederhana namun ramah terhadap pengguna jasanya.

Kapal buatan Jerman ini memiliki 10 dek (tingkat). Untuk dek 1 digunakan sebagai tempat mesin penggerak kapal. Lalu mulai dari dek 2 hingga 6, merupakan tempat penginapan para penumpang dan anak buah kapal (ABK). Sedangkan di dek 7, merupakan dek perwira, serta dek 8-10 merupakan bagian dari tempat perwira mengemudikan kapal.

Apa saja fasilitas baru yang disediakan dalam kapal yang memiliki tinggi 32 meter dan panjang 22 meter ini? Direktur Utama PT Pelni (Persero), Sulistyo Wimbo mengatakan perubahan wajah KM Kelud yang baru ini sangat terlihat dalam tempat peristirahatan penumpang kelas ekonomi.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah, perbaikan tempat penginapan, tempat peristirahan penumpang kelas ekonomi. Kami ingin tidak ada lagi diskriminasi penumpang kelas ekonomi. Mereka tetap harus mendapatkan pelayanan yang terbaik dari Pelni. Kami ingin memuliakan orang kecil,” kata Wimbo dalam acara Media Tour Soft Launching KM Kelud di Batam, Minggu (16/11).

Kalau dulu, tempat peristirahatan penumpang kelas ekonomi tak tertata rapi, kotor, jorok dan toiletnya tak terurus. Kini, penumpang ekonomi dapat menikmati tempat tidur yang bersih dan nyaman. Tidak ada lagi kecoa atau binatang kecil lainnya yang berada di bawah tempat tidur para penumpang.

Tidak hanya itu, di setiap tempat tidur sudah disediakan bantal dan dipasangkan stop kontak di masing-masing rangka tempat tidur. Sehingga penumpang, bebas menggunakan stop kontak listrik tersebut untuk merecharge baterei telepon seluler.

“Saya senang banget ada stop kontak untuk listrik. Saya bisa mencharge handphone di tempat tidur saya. Nggak perlu berebutan lagi dengan penumpang yang lain. Terus anak saya bisa main game karena batere game stationnya sudah bisa dicharge tanpa rebutan dan berjalan jauh,” kata Yati (28), penumpang yang turut dalam pelayaran perdana KM Kelud pada Jumat (14/11).

Selain itu, di masing-masing ruang tempat penginapan penumpang kelas ekonomi, mulai dari dek 2 hingga dek 5, telah dipasang dua unit televisi flat berukuran sekitar 26 inchi. Sehingga penumpang dapat menikmati tontonan sambil menunggu berakhirnya perjalanan mereka.

Perubahan drastis yang mendapat apresiasi tinggi dari para penumpang kelas ekonomi adalah keberadaan toiletnya. Bila dalam wajah KM Kelud lama, toilet tak terurus, bau pesing dan tak ada cleaning service yang membersihkannya, kini kesan itu sudah hilang sama sekali.

Toilet di KM Kelud, khususnya di kelas ekonomi sudah seperti toilet hotel dan pusat perbelanjaan (mal). Untuk bisa membangun toilet yang mewah, Dirut PT Pelni Sulistyo Wimbo sampai turun ke lapangan, mengunjungi mal. Dia ingin mencari tahu rahasia toilet mal yang tetap rapi dan bersih meski dipakai banyak orang.

“Ternyata kuncinya satu, selain diperbaiki seperti toilet mal atau hotel, harus ada cleaning service yang membersihkan toilet secara rutin,” ungkap Wimbo.

Kemudian, style toilet mal dan hotel untuk diterapkan dalam KM Kelud. Di kelas ekonomi, di masing-masing dek, terdapat toilet pria dan perempuan yang terpisah. Masing-masing toilet dibangun dengan lima ruang, salah satunya merupakan ruang untuk mandi yang dilengkapi dengan shower. Kemudian dengan lantai keramik berwarna abu-abu, dibangun juga tiga wastafel.

Tak berhenti di situ, Wimbo pun mengerahkan 28 petugas cleaning service untuk membersihkan empat toilet pria dan empat toilet perempuan di empat dek kelas ekonomi.

“Cleaning service yang baru kita kerahkan untuk KM Kelud. Jumlahnya ada 28 orang. Tapi normalnya 18 petugas. Tapi karena ini baru direnovasi, jadi kita tambah 10 orang jadi 28 petugas. Ini diluar dari kru kapal yang berjumlah 157,” terang mantan Direktur Komersial PT KAI ini.

Keberadaan kamar mandi mewah di kelas ekonomi, mendapat acungan jempol dari turis asal Belanda, David (29) yang turut menjadi penumpang kelas ekonomi KM Kelud. David menyatakan tidak menyangka kelas ekonomi memiliki kamar mandi yang mewah, rapi dan dibersihkan rutin oleh petugas cleaning service.

“Saya tidak menyangka di kelas ekonomi ini ada kamar mandi yang cukup mewah. Saya kira pas naik kapal ini, pasti kamar mandinya buruk. Tetapi meski begitu, masih ada kekurangannya, airnya masih meluap. Tapi mungkin karena baru diperbaiki kali ya,” ujar David.

Fasilitas baru lainnya yang disediakan bagi penumpang kelas ekonomi adalah mini gym, tempat berolahraga bagi para penumpang. Memang baru empat alat olahraga yang disediakan, tetapi sudah cukup membuat penumpang tetap merasa bugar sehat.

Mini gym ini ada di dek lima, satu kawasan dengan taman bermain (playground) bagi anak-anak. Di sana ada tiga alat permainan, yaitu permainan perosotan, jungkat jungkit, meja dan game center. Hanya game center saja yang dikenakan biaya, sedangkan yang lainnya gratis.

Permainan di game center antara lain playstation dikenakan tarif Rp 15.000 per jam, video game Rp 3.000 per jam, kiddie ride Rp 3.000 per jam, simulator Rp 3.000 per jam dan karaoke Rp 3.000 per jam.

KM Kelud juga menyediakan kafetaria umum bagi penumpang ekonomi di dek 6 dan 8 yang juga telah direnovasi. Untuk hiburan lainnya, ada bioskop di dek 2. Untuk menonton, penumpang hanya dikenakan sebesar Rp 15.000 per film.

“Dengan fasilitas baru ini, kami ingin menjadikan perjalanan penumpang menjadi perjalanan wisata dengan penginapan di hotel. Atau Little Cruise by Pelni,” tutur Wimbo.

Dengan segala fasilitas baru dan pelayanan ABK yang ramah, wajah KM Kelud yang baru menawarkan pelayanan hotel bagi para pengguna jasanya. Jadi, jika ingin menikmati “Hotel Terapung”, jangan ragu-ragu, naik KM Kelud saja. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN