Menu
Sign in
@ Contact
Search

Kemenhub Tetapkan Penyesuaian Tarif Angkutan 10%

Selasa, 18 Nov 2014 | 14:06 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah (redaksi@investor.id)

JAKARTA-Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menetapkan penyesuain tarif angkutan umum maksumum 10 persen dari tarif yang berlaku saat ini menyusul kenaikkan tarif BBM bersubsidi dan solar sebesar Rp2.000.

"Ini penting sekali untuk mempertimbangkan operator agar tidak merasa mengalami kerugian yang besar," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Jonan menjelaskan penyesuaian tersebut dipandang sudah memperhatikan aspek kelangsungan usaha industri dan kemampuan daya beli masyarakat.

"Dengan pertimbangan penetapan tarif batas atas dan tarif batas bawah bus antarkota antarprovinsi kelas ekonomi, untuk tarif dasar ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan serta penetapan jarak oleh direktur Jenderal Perbuhungan Darat," katanya.

Jonan mengatakan kewenangan penyesuaian tarif angkutan umum jalan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundangan, yakni angkutan umum antarkota antarprovinsi kelas ekonomi langsung di bawah Kemenhub, angkutan antarakota dalam provinsi kelas ekonomi oleh gubernur, angkutan perkotaan-perdesaan oleh wali kota-bupati serta angkutan taksi ditentukan oleh operator atas persetujuan dari wali kota-bupati-gubernur sesuai wilayah operasi masing-masing.

Untuk tarif angkutan umum kelas nonekonomi dan angkutan pariwisata ditetapkan oleh operator melalui mekanisme pasar.

Sementara itu, kewenangan penyesuaian tarif angkutan penyebrangan kelas ekonomi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, di antaranya lintas penyeberangan antarprovinsi oleh Menteri Perhubungan, lintas penyeberangan antarkabupaten-kota dalam provinsi oleh gubernur dan lintas penyeberangan dalam kabupaten-kota oleh wali kota-bupati.

Jonan menambahkan tarif angkutan jalan perintis dan angkutan jalan penyeberangan tidak mengalami kenaikkan tarif," katanya.

"Untuk kepastian pelayanan kepada masyarakat, pemerintah daerah agar sesuai dengan kewenangan masing-masing, segera menyesuaikan tarif angkutan," katanya.

Dia merinci untuk tarif angkutan penumpang kereta api, yakni untuk KA ekonomi jarak jauh kenaikan rata-rata sebesar Rp13.000, KA ekonomi jarak sedang Rp9.000, KA ekonomi jarak dekat/lokal Rp3.000, KRD Rp2.000 dan KRL Commuter Line tidak ada kenaikan tarif.

Sementara untuk tarif angkutan penumpang laut kelas ekonomi baik PT Pelni dan Perintis tidak mengalami kenaikkan tarif.

Pemerintah pada Senin (17/11) malam resmi mengumumkan harga BBM subsidi naik sebesar Rp2.000 per liter, sehingga bensin jenis premium naik 30,77 persen dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter. Sedangkan harga solar naik 36,36 persen dari Rp5.500 menjadi Rp7.500 per liter.

Sementara, harga kerosene atau minyak tanah tetap yaitu sebesar Rp2.500 per liter.

Kenaikan harga tersebut mulai berlaku pada Selasa, 18 November 2014, pukul 00.00 WIB, dan berlaku serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Kenaikkan harga BBM tersebut ditujukan untuk mengalihkan belanja subsidi BBM ke belanja sektor produktif, seperti infrastruktur dan pendidikan.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com