Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

11 Ruas Tol di Jabodetabek Beroperasi 2019

Sabtu, 24 November 2018 | 00:20 WIB

JAKARTA – Pemerintah optimistis 11 ruas tol di Jabodetabek sepanjang 178,5 kilometer akan beroperasi pada tahun depan. Ruas-ruas itu di antaranya tol-tol yang berada di jaringan Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 maupun Tol Jakarta-Cikampek II Layang. Total investasi 11 ruas tol ini mencapai Rp 88,32 triliun.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan, pihaknya memperkirakan ada sekitar 700 kilometer (km) jalan tol yang dapat dioperasikan pada tahun depan. Ini untuk seluruh jaringan jalan tol yang tengah dibangun di Tanah Air.

“Khusus tol Jabodetabek, mayoritas (beroperasi) pada 2019, termasuk tol JORR 2,” ungkap Herry kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Adapun jalan bebas hambatan yang masuk dalam jaringan tol Jabodetabek sebanyak 18 ruas dengan total panjang mencapai 363,32 km.

Ruas-ruas itu antara lain tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,19 km), Kunciran-Serpong (11,19 km), Serpong-Cinere (10,14 km), Cinere-Jagorawi (14,64 km), Cimanggis- Cibitung (25,39 km), dan Cibitung- Cilincing (34,02 km). Ruas-ruas tersebut masuk dalam jaringan jalan tol JORR II.

Selain itu, tol Depok-Antasari (21,54 km), Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) (21,04 km), Bogor Ring Road (11 km), Serpong-Balaraja (30 km), dan Jakarta-Cikampek II Layang (36,4 km). Ada pula enam ruas tol Dalam Kota Jakarta dengan total panjang mencapai 69,77 km, serta tol Jakarta-Cikampek II Selatan (64 km) yang direncanakan bisa beroperasi pada tahun 2020.

Herry melanjutkan, tidak semua ruas tol yang ada di Jabodetabek itu beroperasi seluruhnya. Artinya, ada segmen-segmen tertentu yang belum bisa selesai pada tahun depan, lantaran terkendala pengadaan lahan. Akibatnya pengoperasian keseluruhan ruas baru bisa di tahun 2020.

“Misalnya, Tol Depok-Antasari (Desari) yang (pembebasan) lahannya dari Sawangan ke Bogor baru mulai tahun 2019. Kalau proses itu setahun saja, pada 2020 baru dikonstruksi dan selesai 2021,” paparnya. (bersambung)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/infrastructure/tahun-politik-diharapkan-kondusif/182938

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN