Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Denda Closing Time Bukan untuk Pendapatan

Senin, 22 Juni 2015 | 06:06 WIB
ah

SURABAYA-PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyatakan penerapan denda terhadap keterlambatan pengiriman kontainer saat "closing time" di wilayah kerjanya bukan strategi perusahaan itu untuk meningkatkan performa pendapatan.

"Denda ’closing time’ terhadap keterlambatan pengiriman kontainer ini dimaksudkan sebagai edukasi bagi eksportir," kata Manager PT TPS, Noor Budiwan di Surabaya, Jatim, Minggu.

Faktor penyebabnya, ungkap dia, saat melakukan pemuatan barang ke kapal kargo memang diperlukan adanya perencanaan. Khususnya untuk stabilitas kapal.

"Kami tegaskan sekali lagi, denda closing time bukan dimaksudkan untuk menghimpun pendapatan," ujarnya.

Akan tetapi, jelas dia, menjadi salah satu langkah untuk mengedukasi eksportir agar pengiriman kontainer lebih tepat waktu. Dengan demikian, pengiriman tidak dilakukan pada menit terakhir.

"Upaya ini untuk mengantisipasi supaya pengiriman kontainer juga tidak dilaksanakan menjelang keberangkatan kapal," ucapnya.

Walau begitu, tambah dia, pihaknya tidak bisa mengomentari tentang desakan Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim untuk penghapusan denda closing time. Akan tetapi ia berjanji akan memberikan informasi tertulis tentang ketentuan buka tutup "gate in-out" pada hari-hari tertentu.

"Ketika pintu masuk barang ekspor di TPS hanya dibuka satu pintu, hal itu bersifat situasional," tukasnya.

Misalnya, sebut dia, hal itu terjadi saat bertepatan dengan banyaknya truk di dalam area depo kontainer. Pada umumnya, pengiriman kontainer di TPS mengalami kepadatan pada Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Di sisi lain, Operational Director PT Excellence Qualities Yarn (Industri TPT) Kabupaten Sidoarjo, Alexander Yunus Irwantono, mengeluhkan, pemberlakuan denda closing time di TPS. Untuk itu, ada baiknya biaya penumpukan kontainer di depo kontainer TPS dapat dihitung berdasarkan hari kerja.

"Namun, kantor Bea dan Cukai di Tanjung Perak pada Sabtu mengalami hari libur. Akibatnya pengurusan dokumen di instansi tersebut tidak terlayani dan menunggu hari kerja," ujarnya.

Sementara, lanjut dia, dengan dihitung berdasarkan hari kerja maka biaya penumpukan kontainer di depo kontainer TPS tidak membengkak. Pada masa mendatang, komoditas ekspor asal Jatim lebih kompetitif di pasar internasional.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN