Menu
Sign in
@ Contact
Search

Tahun Ini, Pembebasan Lahan Tol Medan-Kualanamu Rampung

Kamis, 13 Agustus 2015 | 23:28 WIB
ah (redaksi@investor.id)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembebasan lahan proyek tol Medan – Kualanamu sepanjang 12,8 kilometer (km) selesai pada akhir 2015.

 

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W Husaini mengatakan, pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan mengalokasikan dana tambahan untuk mempercepat pembebasan lahan di tiga lokasi strategis, yakni Perbarakan, Tanjung Morawa, dan persimpangan ujung Kuala Namu.

 

“Kami dahulukan bagian-bagian yang bisa mengganggu pembangunan. Walaupun belum ada gangguan sama sekali karena sejauh ini progres pekerjaan PT Hutama Karya dan China Harbour Engineering masih baik,” jelas dia di Jakarta, Rabu (12/8).

 

Hediyanto mengungkapkan, pekerjaan jalan seksi 1A pada proyek tol Medan Kuala Namu- Tebing Tinggi (MKTT) yang terdiri atas seksi 1A.1 sepanjang 10,9 Km (awal Tanjung Morawa) dan seksi 1A.2 sepanjang 6,835 Km (akhir Bandara Kuala Namu) seharusnya rampung tahun ini. Namun, pekerjaan tertunda akibat pembebasan lahan yang belum tuntas.

 

“Tampaknya akan terjadi penundaan- penundaan akibat lahan yang belum bebas. Maka dari itu kami dahulukan pembebasan lahannya,” kata Hediyanto.

 

Adapun kontrak pekerjaan paket 1 ditandatangani pada Desember 2011 dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,4 triliun dengan kontraktor pelaksana CHEC-CSCHEC-HK (China Harbour Engineering- China State Construcion Eng.Corp –) dan PT Hutama Karya (Persero).  Mengacu pada UU No 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, pemerintah akan memberikan tambahan dana masing-masing Rp 50 juta untuk percepatan pembebasan oleh tim appraisal.

 

Selain itu kebutuhan pembebasan lahan juga mendesak untuk seksi Parbarakan-Tebing Tinggi sepanjang 44 km yang terdiri dari lima seksi yaitu Parbarakan- Lubuk Pakam, Lubuk Pakam-Perbaungan, Perbaungan- Teluk Mengkudu, Teluk- Mengkudu-Sei Rampah, dan Sei Rampah-Rambutan.

 

Hediyanto menjelaskan, progres pembebasan lahan di empat seksi ini sudah mencapai 70-100%. Namun pada seksi terakhir mendekati Tebing Tinggi (Sei Rampah - Rambutan) pembebasannya baru mencapai 40%.

 

“Kami harus fokus supaya ini cepat terselesaikan. Kami berharap seksi III hanya terlambat enam bulan dari target penyelesaian. Mudah-mudahan Juni 2016, pembebasan lahannya hingga seksi III bisa selesai. Sementara itu hingga seksi ke lima bisa rampung pada 2017,” jelas dia.

 

Tol Medan-Binjai

Sementara itu, Hediyanto juga meninjau langsung pekerjaan tol Medan-Binjai sepanjang 19 Km. Dia menuturkan, Hutama Karya memang sudah melakukan pekerjaan yakni 80% lahan sudah dibuka (land clearing) bahkan di interchange Binjai dan Semayang sudah dipancang tiang.

 

Menurut Hediyanto, pembangunan tol Medan-Binjai belum terganggu masalah pembebasan lahan, namun dirinya tetap mendorong agar pembebasan lahan terus dilakukan. Kementerian PUPR juga menargetkan pembebasan lahan tol Medan- Binjai bisa diselesaikan pada akhir 2015 sehingga Juni 2016 konstruksi bisa selesai.

 

“Kami akan lelang, kemudian penyelesaian 500 bidang lahan yang belum bebas sambil berjalan, dan dalam dua bulan ini (diharapkan) selesai,” ujar dia. (lrd)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com