Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sucofindo Tengah Mengaudit Dokumen Finansial

Jumat, 26 Februari 2016 | 13:02 WIB
Oleh Thresa Sandra Desfika (redaksi@investor.id)

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan membenarkan, Sucofindo tengah mengaudit dokumen finansial.


Dia mengakui akan ada perkiraan penurunan biaya investasi. Tetapi, KCIC masih memerlukan dana tambahan untuk membebaskan lahan pembangunan light rail transit (LRT) di wilayah Bekasi karena berhimpitan dengan HSR.


“Kami juga masih harus membebaskan lahan 100 hektare (ha) untuk menggantikan hutan produksi PT Perhutani di Purwakarta. Tapi, kira-kira memang ada penyusutan investasi dari total US$ 5,5 miliar itu,” papar Hanggoro.


Proyek HSR Jakarta-Bandung ditargetkan rampung akhir 2018 dan dioperasikan mulai awal 2019. HSR bakal memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi 45 menit dibanding KA reguler 2,5 jam. Tiket HSR akan dijual Rp 200 ribu per penumpang. HSR yang akan mengangkut rata-rata 29 ribu orang per hari bakal beroperasi 18 jam per hari dengan kecepatan maksimum 350 km per jam.


Dari US$ 5,5 miliar kebutuhan dana pembangunan HSR, sekitar 25% bakal dipenuhi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan perusahaan patungan BUMN Indonesia dan Tiongkok. Sedangkan 75% sisanya pinjaman dari China Development Bank (CDB). (hg/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/infrastructure/konsesi-belum-disepakati/140205

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN