Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan hunian tetap (Huntap) Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Foto ilustrasi: Kementerian PUPR

Pembangunan hunian tetap (Huntap) Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Foto ilustrasi: Kementerian PUPR

BATASI PROGRAM BARU

2022, PUPR Fokus Selesaikan Infrastruktur yang Dibangun

Kamis, 10 Juni 2021 | 20:42 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2022 akan membatasi program-program baru dan fokus menyelesaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang mulai dibangun serta memanfaatkan infrastruktur yang sudah tuntas. 

"Kami sampaikan karena adanya kontraksi anggaran cukup besar, kami mendapat arahan dari Menteri untuk menggunakan metode OPOR (Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, Rehabilitasi). Kita akan fokus menyelesaikan infrastuktur yang sudah dimulai dan memanfaatkan yang sudah terbangun. Untuk program-program yang baru akan dibatasi,” jelas Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Rabu (9/6).

Direktorat Jenderal Bina Marga pada 2022 mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp 39,7 triliun di mana Rp 37,3 triliun akan dialokasikan untuk program konektivitas dan Rp 2,4 triliun untuk program dukungan manajemen.

Hedy menyebut, program konektivitas tersebut terdiri dari program committed (Rp 18,2 triliun) dan program non committed (RP 19,28 triliun), sedangkan kegiatan baru tidak dialokasikan.

Dengan demikian, pada 2022 Direktorat Jenderal Bina Marga akan memprioritaskan pembangunan dan duplikasi jembatan (4.937 m), preservasi dan penggantian jembatan (88.039 m), pembangunan jalan (239 km), peningkatan kapasitas dan preservasi struktur jalan (2.230 km), penanganan mendesak dan tanggap darurat, peningkatan aksesibilitas flyover/underpass/terowongan (427 m), peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan (16,2 km), preservasi rutin jalan dan jembatan nasional, serta revitalisasi drainase.

Selain itu, dari total anggaran program padat karya Kementerian PUPR 2022 sebesar Rp 13,6 triliun, Direktorat Jenderal Bina Marga mendapat alokasi sebesar Rp 4,5 triliun. Alokasi anggaran padat karya Direktorat Jenderal Bina Marga pada 2022 itu meningkat bila dibanding dengan 2021 yang sebesar Rp 3,1 triliun.

“Anggaran padat karya Rp 4,5 triliun digunakan baik untuk program khusus padat karya, maupun program-program lain yang menggunakan metode padat karya,” tutur Hedy.

Adapun nantinya, program padat karya bidang Bina Marga akan digunakan untuk preservasi jalan, preservasi jembatan, dan revitalisasi drainase.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN