Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah Melalui Kementerian PUPR membangun infrastruktur Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Sumatera Utara. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pada 23 Desember 2021 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Turut mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo, Wakil Menteri LHK Alue Dohong, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Pemerintah Melalui Kementerian PUPR membangun infrastruktur Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Sumatera Utara. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pada 23 Desember 2021 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Turut mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo, Wakil Menteri LHK Alue Dohong, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

PUPR Bangun Infrastruktur Pusat Penelitian Herbal dan Holtikultura

Sabtu, 25 Desember 2021 | 14:53 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)


HUMBANG HASUNDUTAN, investor.id – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun infrastruktur Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut). Taman tersebut dirancang sebagai pusat riset dan inovasi pengembangan herbal dan hortikultura. Diantaranya untuk menghasilkan bibit lokal yang unggul untuk mendukung program Food Estate di Sumut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, di pusat herbal tersebut akan dilakukan penelitian pengembangan bibit hortikultura yang berkualitas tinggi. Kawasan itu juga akan menjadi pusat bibit herbal dan hortikultura yang hasilnya untuk masyarakat Indonesia. “Pusat bibit seluas 10 ribu hektar ini akan mendukung program ketahanan pangan nasional. Selanjutnya akan dikembangkan juga lahan pertanian seluas 2.000 hektar untuk tanaman singkong, jagung dan ubi," kata Luhut dalam keterangan pers, Sabtu (25/12).

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo mengatakan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah memerintahkan jajarannya untuk membangun infrastruktur mendukung TSTH2 sebagai kawasan riset dan inovasi teknologi pemanfaatan dan pengembangan tanaman obat (herbal) dan hortikultura yang bertaraf internasional. "THST2 ini merupakan program prioritas nasional dalam pengembangan lumbung pangan nasional. Kementerian PUPR mendukung penuh dengan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dengan tetap memperhatikan unsur-unsur pelestarian lingkungan," terang Wamen Wempi.

Wamen Wempi menambahkan, Kementerian PUPR telah melakukan land clearing pada lokasi TSTH2, yang selanjutnya sedang dilakukan pembangunan jalan dan akan dibangun gedung riset serta pendukungnya. Kementerian PUPR berkomitmen untuk menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Pembangunan TSTH2 dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara Ditjen Cipta Karya secara bertahap mulai 2021 hingga April 2023.

Pada 2021, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan tahap 1 selama 16 bulan berdasarkan dokumen kontrak pembangunan TSTH2 Pollung. Tahap tersebut meliputi pembangunan Gedung Riset Pertanian, Gedung Riset Herbal I, Gedung Smart Green House, Gedung Screen House, Ruang Kontrol Pertanian, Gedung Mess Karyawan, Gerbang dan Pos Satpam, Area Parkir serta pagar keliling di lahan seluas 30 Ha. Kontraktor pelaksananya adalah PT. Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 82,2 miliar dan KSO Yodya Harawana selaku konsultan manajemen konstruksi dengan nilai kontrak Rp 2,3 miliar.

Selain itu, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional melakukan pembangunan Jalan Akses Taman Sains Teknologi Herbal (TSTH) sepanjang 9 km yang dilaksanakan sejak 5 Maret – 29 Desember 2021 dengan biaya Rp 78,93 miliar dimana progres saat ini mencapai 76,77%. Selanjutnya telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Akses TSTH dan Kawasan Food Estate sepanjang 2 x 25 meter yang dilaksanakan pada Maret - September 2021 dengan biaya Rp 16,01 miliar dengan progres 100% selesai.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN