Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penumpang bis antarkota yang didominasi pemudik Lebaran turun di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (8/5/2022). (BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Penumpang bis antarkota yang didominasi pemudik Lebaran turun di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (8/5/2022). (BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Arus Balik ke Jabodetabek Periode 2-12 Mei Naik 8,1%

Sabtu, 14 Mei 2022 | 17:13 WIB
Fajar Widhiyanto

 

JAKARTA, Investor.id - Jumlah kendaraan yang masuk Jabodetabek saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 pada periode 2 - 12 Mei 2022 tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,1% yakni sebesar 2.120.384 kendaraan jika dibandingkan dengan angkutan lebaran (Angleb) pra pandemi pada tahun 2019. Namun jika dibandingkan dengan tahun 2020 tercatat naik 206%, dan kenaikan sebesar 71% jika dibandingkan dengan angkutan lebaran tahun 2021. Angka tersebut juga merupakan kenaikan sebesar 38,5% dari angkutan normal tahun 2021.

Hal ini terungkap dalam laporan Kementerian Perhubungan yang disampaikan kepada media, dalam kesempatan acara halalbihalal yang digelar Kementerian Perhubungan bersama para pemimpin redaksi di Ecopark Ancol, Jakarta, Sabtu (14/5/2022).

Dalam paparannya disampaikan pula bahwa Puncak Arus masuk Jabodetabek terjadi pada tanggal 6 Mei 2022 (H+4) sebesar 259,906 kendaraan, naik 1% dari Puncak arus keluar angkutan lebaran 2019 pada H+3 sebanyak 257.727 kendaraan.

Adapun Puncak Arus keluar Jabodetabek pada masing-masing Gerbang Tol sebagai berikut:

a. Dari arah Barat (GT Cikupa) = 55.900 kend (H+5)

b. Dari arah Selatan (GT Ciawi) = 44.962 kend (H+2)

c. Dari arah Timur (GT Cikampek Utama dan Kalihurip Utama) = 170.078 kend (H+4)

• GT Cikampek Utama = 124.761 kend (H+4)

• GT Kalihurip Utama = 53.729 kend (H+2)

Sementara itu total Keluar Jabodetabek di jalan Non Tol Tahun 2022 turun -6% dari Angleb 2019 semula 1,8 juta menjadi 1,7 juta kendaraan. Namun terjadi kenaikan 79% dari Angleb 2020, semula 962 ribu menjadi 1,7 juta kendaraan. Dan naik 82% dari Angleb 2021, dari semula 949 ribu menjadi 1,7 juta kendaraan. Serta naik 47% dari normal 2021, semula 1,2 juta menjadi 1,7 juta kendaraan;

\Puncak Arus keluar Jabodetabek terjadi pada tanggal 30 Apr 2022 (H-2) sebesar 244.880 kendaraan, naik 5% dari Puncak arus keluar Angleb 2019 pada H-3 sebanyak 232.551 kendaraan.

Adapun Puncak Arus keluar Jabodetabek pada masing-masing lokasi pemantauan sebagai berikut:

a. Cisem = 71.146 kend (H-3)

b. Rancaekek = 128.991 kend (H-2)

c. Merak = 62.038 kend (H-6)

Halalbihalal yang digelar Kementerian Perhubungan bersama para pemimpin redaksi di Ecopark Ancol, Jakarta, Sabtu (14/5/2022). Hadir Menhub Budi Karya Sumadi,  Dirjen Perhubungan Darat  Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto,  Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Firman Santyabudi, M.Si,  Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub Umar Aris,  Dirut PT Jasa Marga Tbk Subakti Syukur, dan  Dirut PT Jasa Raharja  Rivan Achmad Purwantono.
Halalbihalal yang digelar Kementerian Perhubungan bersama para pemimpin redaksi di Ecopark Ancol, Jakarta, Sabtu (14/5/2022). Hadir Menhub Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Firman Santyabudi, M.Si, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub Umar Aris, Dirut PT Jasa Marga Tbk Subakti Syukur, dan Dirut PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kunci keberhasilan pengelolaan arus mudikdan arus balik Lebaran 2022 adalah kordinasi yang cukup baik antara kepolisan, PT Jasa Marga selaku pengelola jalan tol, Kementerian PUPR, dan Kementerian Perhubungan.

“Ada dua kunci keberhasilan, soal manajemen diskresi yang berdasarkan arahan Pak Menteri Perhubungan harus dilakukan bersama dalam mengeksekusinya, ditambah adanya Surat Keputusan Bersama Kakorlantas, Ditjen Hubdar dan PUPR,” ujar Budi Setiyadi.

Pada arus mudik tahun ini, terjadi anomali perjalanan masyarakat, ketika jalan tol sudah operasional, khususnya jalan tol yang menghubungkan daerah yang cukup jauh. “Ini membuat orang ingin melakukan perjalanan, dan jika dilihat dari kendaraan yang digunakan sebagian besar adalah ukuran 1200-1300 cc, banyak masyafakat yang ekonominya berhasil dan ingin melakukan perjalanan,” ujarnya.

Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Firman Santyabudi menyebut persiapan pengamanan ars mudik dan arus balik di tahun ini jauh lebih matang karena sudah disiapkan sejak Januari. “Banyak waktu untuk mempelajari semua aspek. Senang bisa mengantar masyarakat bisa berlebaran di kampung halamannya dengan tepat waktu, dan pulang kembali dengan selamat. Dengan angka kecelakaan turun 11%. fatalitas turun 40%,” kata Firman.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN