Menu
Sign in
@ Contact
Search
William Subandar, Dirut PT MRT Jakarta

William Subandar, Dirut PT MRT Jakarta

Pamit dari MRT Jakarta, William Sabandar Tinggalkan ‘Legacy’ untuk Peradaban Baru Transportasi Indonesia

Jumat, 29 Juli 2022 | 15:33 WIB
Frans S. Imung (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - “Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati mewariskan gading.” Ungkapan ini kerap digunakan sebagai apresiasi atas kesan baik atau bahkan warisan ikonik yang diberikan seseorang bagi orang banyak. Ungkapan ini juga tampak pas untuk menggambarkan legacy yang ditinggalkan William Sabandar setelah enam tahun mendedikasikan karier profesionalnya di PT MRT Jakarta.

“Ada waktu untuk mulai, ada waktu untuk selesai. (Tanggal) 14 Oktober 2016, saya menerima mandat untuk memimpin MRT Jakarta, dan 22 Juli 2022, menjelang enam tahun kemudian, amanat itu saya tuntaskan. Secara formal saya tinggalkan organisasi ini, namun hati dan jiwa saya akan selalu melekat sebagai bagian dari MRT Jakarta,” ujar ayah tiga anak ini melalui catatan yang dibagikan pada media.

Sebagai profesional, William memang telah pamit dari MRT Jakarta. Namun apresiasi patut diberikan karena kontribusi besarnya. Fase 1 MRT rute Lebak Bulus-Hotel Indonesia (HI) tak terbantahkan menjadi legacy bagi peradaban baru dunia transportasi Indonesia. Tak hanya cerita sukses Fase 1, William juga telah merumuskan arah yang prospektif untuk pembangunan MRT Jakarta lewat penetapan strategi bisnis dan fase-fase lanjutan yang akan dikembangkan.

“Sebagai manusia tentu ada perasaan sedih meninggalkan sebuah organisasi yang cukup lama ikut saya besarkan. Ini bahkan merupakan jabatan terlama yang pernah saya emban dalam sepanjang karir pengabdian saya. Enam tahun berproses bersama MRTJ dan berinteraksi dengan banyak stakeholder, telah meninggalkan banyak sekali jejak berharga dan kenangan yang indah,” kenang suami seorang dokter ini.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mendampingi Presiden Joko Widodo saat peluncuran Tunnel Boring Machine (24/2/2022).
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mendampingi Presiden Joko Widodo saat peluncuran Tunnel Boring Machine (24/2/2022).

Lulusan Teknik Sipil, Jurusan Transportasi, Universitas Hasanuddin Makassar ini mengawali karier profesional sebagai PNS di Departemen Pekerjaan Umum, tahun 1991. Dedikasi dan profesionalisme mengantarnya meraih kesempatan menempuh pendidikan jenjang Master of Engineering Science di bidang transportasi di University of New South Wales, Australia. Tak cukup dengan gelar Master, William melanjutkan ke jenjang doktoral dan meraih gelar PhD di Department of Geography, University of Catenbury, New Zealand.

Ditunjang latar belakang pendidikan mumpuni, William kemudia dipercaya menangani proses rehabilitasi pasca bencana Aceh dan Nias, selain aktif di sejumlah lembaga internasional. Selesai tugas rehabilitasi Nias, pada 2015, ia ditetapkan menjadi staf ahli Menteri ESDM merangkap Ketua Satgas Nasional untuk Percepatan Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman mumpuni kemudian mengantarnya menjadi orang nomor satu di PT MRT Jakarta pada Juli 2016, menggantikan Dono Bustami. Di tangannya, MRT Fase 1 diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu, 24 Maret 2019. Sejarah baru transportasi Indonesia pun dimulai.

Tak cuma soal kisah sukses Fase 1, William Sabandar juga telah menetapkan arah bisnis MRT Jakarta yang cerah lewat transformasi bisnis bertajuk “Beyond Normal”. Beyond Normal mencakup Beyond Ridership, Beyond Physical Mobility, dan Beyond Transport Network.

Lewat program Beyond Ridership, William mendorong MRT Jakarta untuk tidak semata mengandalkan cuan dari volume penumpang. Tiga poros utama dari konsep Beyond Ridership mencakup network provider, urban platformer, dan city regenerator.

Sejumlah sayap bisnis telah dikembangkan, termasuk lewat kerjama bisnis TOD (transit oriented development). “Konsep bisnis masa depan memang harus seperti itu. Terbukti saat ini pendapatan MRT Jakarta bisa datang dari bisnis non-tiket seperti iklan, hak penamaan stasiun, dan bisnis digital,” terang William dalam perbincangan santai dengan Beritasatu, Selasa (26/7), di kawasan Jl. Wijaya, Jakarta Selatan.

Lewat program Beyond Physical Mobility, William mendorong MRT Jakarta mengoptimalkan pendapatan dari sarana digital mobility. Caranya dengan mengoptimalkan kerjasama dengan para mitra bisnis melalui aplikasi mobile MRT. Sasarannya menjangkau penumpang untuk selanjutnya melahirkan inovasi bisnis lanjutan.

Sedangkan konsep Beyond Transport Network betujuan mendorong agar MRT tak semata sarana layanan transportasi. MRT Jakarta harus menjadi bagian dari lifestyle business warga Jakarta dan sekitarnya. “Konsep ini pas menuju pengembangan smart city,” tandas William.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan uji coba fasilitas sepeda nonlipat di MRT Jakarta, Rabu (24/3/2021). Foto: MRT Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan uji coba fasilitas sepeda nonlipat di MRT Jakarta, Rabu (24/3/2021). Foto: MRT Jakarta

Dengan berbagai capaian itu, William mengaku meninggalkan MRT dalam keadaan bahagia. “Tidak mudah membangun sebuah korporasi yang ditugaskan Pemerintah membangun sebuah mahakarya sejarah bagi bangsa. Butuh integritas, semangat juang dan inovasi yang luar biasa. Dan ternyata itu bisa terwujud,” ujar Ketua Dewan Direksi ITS (Intelligent Transport System) Asia Pacific periode 2022-2024 ini.

Walau telah pamit dari MRT Jakarta, ia tetap berkomitmen membantu kelanjutan pembangunan Fase 2, Fase 3 dan Fase 4 yang kini tengah berproses. Ia juga mengajak semua stakeholder mendukung suksesnya MRT Jakarta. Alasannya, upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota modern dengan dukungan transportasi publik berstandar internasional masih jauh dari selesai.

“Atas seluruh capaian baik ini, dan mengakhiri bakti saya di MRTJ, perkenankan saya menghaturkan terima kasih untuk semua kebersamaan dan kekompakan yang boleh terjalin selama ini. Terima kasih atas dedikasi dan kerja ‘beyond the call of duty’ dari segenap insan MRTJ. Saya menghaturkan mohon maaf sebesar-besarnya jika ada salah dan khilaf selama saya melaksanakan misi ini,” tutup William Sabandar.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com