Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
KAI resmi meluncurkan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun. Foto: Humas KAI

KAI resmi meluncurkan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun. Foto: Humas KAI

63.253 Orang Diperiksa dengan Genose di Stasiun, 617 Positif

Selasa, 23 Februari 2021 | 16:43 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT KAI (Persero) mencatat 63.253 calon penumpang kereta api (KA) diperiksa alat Genose di stasiun selama periode 3 - 22 Februari 2021. Dari jumlah tersebut, 617 orang dinyatakan positif dan 62.906 orang negatif.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan, atas arahan menteri perhubungan, PT KAI menjadi operator pertama yang menggunakan Genose sebagai alat screening untuk mendeteksi Covid-19.

"Mulai diterapkan tanggal Februari kemudian secara resmi 5 Februari kita lakukan di dua stasiun, yaitu Pasar Senen dan Tugu Togyakarta. Kemudian 15 Februari bertambah enam stasiun, yakni Gambir, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Solo Balapan, dan Surabaya Pasarturi," ujar Didiek dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Didiek Hartantyo direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Foto: IST
Didiek Hartantyo direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Foto: IST

Dia menjelaskan, pada awalnya, pihaknya hanya menggunakan 16 alat Genose, yaitu di Stasiun Pasar Senen 10 alat dan di Yogyakarta sebanyak enam alat. Adapun saat ini di delapan stasiun menggunakan 42 alat Genose.

"Kemudian secara total sampai 22 Februari sudah mendeteksi 63.523. Dari situ 617 positif yang sisanya 62.906 negatif," ungkap Didiek.

Dia melanjutkan, KAI setiap 10 hari akan menambahkan lima stasiun yang menyediakan pemeriksaan Genose sampai berjumlah 44 stasiun.

"(Tapi) nanti menyesuaikan kapasitas dari UGM (Universitas Gadjah Mada)," jelas Didiek.

Dia menuturkan, calon penumpang lebih memilih dites dengan Genose dibandingkan metode lain karena mudah, tidak sakit, dan murah.

"Ini sesuai angkutan kereta api karena angkutan kereta api tiketnya ada yang Rp 70.000 atau Rp 80.000, maka dengan Genose yang Rp 20.000 masyarakat sangat terbantu," papar Didiek.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN