Menu
Sign in
@ Contact
Search

Pemerintah Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur Rusak

Rabu, 12 Februari 2014 | 07:44 WIB
Anis Rifatul Ummah (redaksi@investor.id)

JAKARTA-Pemerintah bertekad untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan rusak akibat banjir di berbagai daerah karena hal tersebut dinilai vital bagi sektor transportasi dan distribusi logistik di tanah air.

"Penanganan tanggap darurat jalan nasional yang rusak akibat banjir ditekankan agar jalan tersebut bisa fungsional secepatnya," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum Danis Sumadilaga kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Ia memaparkan, perbaikan tanggap darurat jalan nasional direncanakan rampung pada akhir Februari, untuk selanjutnya ditangani secara permanen.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga, kerusakan jalan nasional akibat banjir dan tanah longsor ada di Jabodetabek, Pantura Jawa serta jalan dan jembatan di Manado, Sulawesi Utara.

Sementara di Pantura sendiri, dari total panjang 1.341 kilometer, ada 220 kilometer yang mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Keterpaduan Pembangunan Taufik Widjoyono menyebutkan, dana yang dibutuhkan dengan sangat mendesak guna perbaikan jalan raya di kawasan Pantura diperkirakan mencapai sekitar Rp350 miliar.

"(Dana itu untuk) menutup lubang-lubang, membereskan jalan yang ambles dan perbaikan-perbaikan lain yang harus dilakukan," kata Taufik Widjoyono.

Menurut Taufik, sebagian besar kerusakan akibat lubang-lubang yang umumnya terjadi pada permukaan aspal yang umurnya telah 3-4 tahun.

Sedangkan untuk aspal lainnya yang relatif masih baru, ujar dia, masih utuh meskipun terdapat beberapa kerusakan.

Ia mengungkapkan, untuk daerah-daerah yang memang sudah diprogramkan untuk peningkatan struktur, akan dilakukan betonisasi atau jalan aspal akan diganti dengan beton.

Hal itu, menurut dia, karena menggunakan beton mempunyai keuntungan yaitu tidak peka terhadap air dan beton tadi punya kekuatan atau sifat menyebarkan beban sangat luas.

"Dalam hal keawetan, tentunya beton lebih awet yang diikat dengan semen yang tidak peka terhadap air, sementara hotmix diikat dengan aspal yang peka terhadap air," ujar Taufik.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com