Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grab, salah satu taksi online. Foto ilustrasi: IST

Grab, salah satu taksi online. Foto ilustrasi: IST

ADO Harapkan Taksi Online Bebas Ganjil Genap

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 14 Agustus 2019 | 13:07 WIB

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Driver Online (ADO) mengharapkan angkutan sewa khusus (ASK/taksi online) diizinkan memasuki zona ganjil genap di Jakarta seperti taksi berpelat kuning. Untuk itu, asosiasi tersebut mengusulkan adanya penanda khusus taksi online dari Kepolisian sehingga bisa dibedakan dengan kendaraan pribadi.

Sekretaris Jenderal DPP ADO Wiwit Sudarsono menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah resmi mengumumkan perluasan zona ganjil genap di 16 titik di jalanan Ibukota dan memperpanjang jam berlakunya ganjil genap pada sore hari, yang semula pada pukul 16.00 – 20.00 WIB menjadi pukul 16.00 – 21.00 WIB.

Selain itu, Pemprov menghapus zona pengecualian ganjil genap, yaitu dari gerbang tol hingga persimpangan terdekat dan dari persimpangan hingga gerbang tol terdekat.

"Hal tersebut sangat memberatkan kami selaku pekerja di sektor transportasi berbasis aplikasi. Dalam Peraturan Gubernur No 155/2018 dan rencana perluasan ganjil genap yang saat ini sedang dalam uji coba, kembali hanya taksi pelat kuning yang bebas beroperasi dalam zona ganjil genap," ungkap Wiwit dalam keterangannya, Rabu (14/8).

Dia menambahkan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyikapi perluasan zona ganjil genap dengan mengusulkan agar taksi online dapat diizinkan memasuki zona ganjil genap seperti taksi pelat kuning.

Atas hal itu, lanjut Wiwit, pihaknya memberikan apresiasi dan menyambut baik usulan tersebut dan akan mendukung kebijakan Pemprov Jakarta apabila taksi online diizinkan beroperasi dalam zona ganjil genap.

"Mengingat, dengan diizinkannya taksi online beroperasi dalam zona ganjil genap, ratusan ribu pengemudi taksi online tetap dapat menjalankan aktivitasnya dalam mencari nafkah untuk keluarganya," sebut Wiwit.

Agar tidak disalahgunakan apabila taksi online diizinkan memasuki zona ganjil genap, maka ADO mengusulkan adanya penanda taksi online berupa stiker yang dikeluarkan oleh Kepolisian kepada taksi online yang telah memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No 118/2018.

"Hal ini kami usulkan untuk menghindari penyalahgunaan stiker oleh pihak- pihak yang tidak berkepentingan," pungkas Wiwit.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA