Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rini Soemarno. Foto: IST

Rini Soemarno. Foto: IST

Bandara YIA Siap Hadapi Arus Mudik

TM, Kamis, 9 Mei 2019 | 00:54 WIB

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau operasional Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), progres pembangunan yang telah mencapai 53%, serta kesiapan bandara menghadapi arus mudik Lebaran 2019.

Menteri Rini dan jajarannya mendarat mulus di Bandara Internasional Yogyakarta, Selasa (7/5) pukul 12.20 WIB bersama penumpang lainnya di pesawat komersial Citilink QG 132 dengan rute Bandara Halim Perdanakusuma- Bandara Internasional Yogyakarta.

Pada penerbangan tersebut turut mendampingi Menteri Rini Soemarno, yaitu Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto.

“Kami sungguh antusias menyambut kunjungan Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno ke Bandara Internasional Yogyakarta hari ini, karena kami ingin menunjukkan bukti kesiapan bandara ini untuk operasional penerbangan dan menghadapi masa arus mudik Lebaran 2019,” kata Faik dalam pernyataan resminya, Selasa (7/5).

Pada masa arus mudik Lebaran 2019, lanjut Faik, seluruh penerbangan tambahan (extra flight) akan dialihkan ke Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo. Pemindahan ini dilakukan guna membantu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Bandara Adisutjipto pada musim puncak Lebaran 2019. Sebagai informasi, pada masa mudik 2018 terdapat 32 tambahan penerbangan ke Bandara Adisutjipto.

Lebih jauh, Menteri BUMN meminta operator bandara, maskapai, dan pemangku kepentingan membuat program menarik agar pergerakan penumpang serta pergerakan pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta terus tumbuh sehingga tidak senasib Bandara Internasional Jawa Barat atau Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

“Karena memang kita harus membuat program-program yang menarik untuk para penumpangnya, sehingga mereka juga merasa nyaman untuk datang ke Kulon Progo,” kata Rini.

Salah satu program yang bisa dibuat menarik, menurut Rini, yaitu menghubungkan bandara dengan tempat-tempat wisata.

Pada kesempatan itu, usai meninjau sejumlah fasilitas bandara, Rini langsung bertolak ke tempat wisata Candi Borobudur untuk mengetahui jarak tempuh serta potensi penumpang.

“Makanya dari sini, kita juga mau langsung ke Borobudur, saya ingin tahu seberapa jauh dari Borobudur karena mungkin memang masyarakat yang tinggal di Yogyakarta masih merasa kalau Adisutjipto lebih dekat,” ujar dia.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN