Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol laut. Foto: maritimindonesia.co.id

Tol laut. Foto: maritimindonesia.co.id

Baru Terserap 30%, Kemenhub Percepat Serapan Subsidi Angkutan Laut

Thresa Sandra Desfika, Senin, 9 September 2019 | 13:53 WIB

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong percepatan penyerapan anggaran subsidi angkutan tol laut, kapal perintis, dan kapal ternak 2019 yang senilai Rp 1,2 triliun. Adapun hingga awal September 2019, penyerapan subsidi tersebut baru mencapai 30%.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Wisnu Handoko mengungkapkan, tantangan utama untuk mempercepat penyerapan anggaran subsidi ialah proses verifikasi. Hal tersebut mengingat luasnya wilayah dan banyaknya jumlah kapal yang mengoperasikan pelayanan bersubsidi.

“Iya memang untuk verifikasi ini karena banyak sekali kapalnya dan memang luas sekali wilayahnya. Tidak ada negara seperti negara kita yang banyak kapal perintisnya,” ungkap Wisnu Handoko di sela rapat koordinasi (rakor) Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub, di Jakarta, Senin (9/9).

Pada 2019, tercatat total 138 kapal yang melayani trayek subsidi, yang terdiri atas 19 kapal tol laut, 113 kapal perintis, dan 6 kapal ternak. Jumlah tersebut di luar 26 kapal PT Pelni yang memperoleh tugas untuk mengangkut penumpang dengan skema public service obligation (PSO). Sedangkan, pada 2018, banyaknya kapal yang melayani pelayanan bersubsidi sekitar 120 unit.

Oleh karena itu, lanjut Wisnu, pihaknya mendorong unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan laut di seluruh wilayah lebih terlibat aktif melaksanakan verifikasi sehingga prosesnya bisa berlangsung lebih cepat, tetapi tetap akurat.

“Kapal-kapal itu tersebar ke sana ke mari di seluruh pangkal-pangkalan kita. Kami ingin monitoring atau supervisi bisa dilakukan teman-teman di daerah secara lebih kuat lagi. Dengan demikian, lebih mempercepat terhadap verifikasi subsidi. Di mana biaya subsidi yang dikeluarkan pemerintah itu kan pengeluaran dikurangi pendapatan dari tiket atau muatan,” jelas Wisnu Handoko.

Untuk diketahui, Kemenhub menyiapkan anggaran subsidi angkutan laut pada 2019 mencapai Rp 1,2 triliun. Jumlah tersebut terbagi atas anggaran subsidi angkutan laut perintis Rp 943 miliar, tol laut Rp 222 miliar, dan angkutan kapal ternak Rp 40 miliar.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA