Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Damri Beli 30 Bus Baru

Gora Kunjana, Sabtu, 6 Agustus 2016 | 07:17 WIB

JAKARTA - Perum Damri sedang melaksanakan proses pengadaan 30 unit bus baru merek Mercedez type Euro III yang akan dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Armada-armada tersebut rencananya menggantikan bus lainnya yang usianya lebih dari lima tahun.

 

Sekretaris Perusahaan Perum Damri Arifin menjelaskan, sehubungan dengan rencana PT Angkasa Pura (AP) II mengoperasikan Terminal 3 pada 9 Agustus 2016, maka Perum Damri sebagai salah satu penyedia transportasi antarmoda di Bandara Soekarno Hatta siap ambil bagian untuk menyukseskan rencana tersebut.

 

“Sebagai wujud komitmen, Perum Damri menyediakan sarana transportasi yang berstandar internasional. Di samping itu, beberapa waktu yang lalu Perum Damri juga telah meluncurkan lima unit bus baru berbahan bakar gas sebagai dukungan terhadap program langit biru dan transportasi yang ramah lingkungan,” kata Arifin dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (5/8).

 

Saat ini, bus Damri yang melayani bandara berjumlah 272 unit. Sekitar 50% di antaranya berumur kurang dari dua tahun, 17% berumur 3-5 tahun, dan selebihnya berumur lebih dari lima tahun. Bus yang beroperasi tersebut dilengkapi dengan fasilitas CCTV, wifi, recleaning seat, dan pemecah kaca.

 

Lebih jauh, sambung Arifin, untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, di setiap keberangkatan dari terminal maupun keluar dari bandara, awak bus memberikan sambutan (greeting) dan memasang label pada barang bawaan penumpang yang disimpan dalam bagasi. Selain itu, saat ini sedang dalam uji coba fleet management system, passenger information system, thermal base passenger counter, dan e-ticketing.

 

Adapun trayek yang dilayani sebanyak 22 trayek yaitu Bandara Soekarno Hatta ke Gambir, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, Serang, Blok M, Bogor, Cikarang, Karawang, Purwakarta, Kemayoran, Rawamangun, Pasar Minggu, Mangga Dua, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Harapan Indah, Lebak Bulus, Pramuka City, Cibinong, Karawaci, Pulo Gebang, dan Serpong.

 

Pada musim haji tahun 2016 / 1437 H ini, kata Arifin, Perum Damri ikut andil dalam penyiapan sarana transportasi bagi para jemaah haji dari tujuh embarkasi/debarkasi yaitu Banda Aceh, Palembang, Jakarta, Surabaya, Mataram, Makassar, dan Banjarmasin. Jumlah jemaah haji yang rencananya akan diangkut sebanyak 297.688 orang terdiri dari 62.880 orang dalam 160 kloter dari PT Garuda Indonesia dan 134.808 orang dalam 318 kloter dari PT Ayuberga.

 

“Untuk melayani jemah haji dari PT Garuda Indonesia, Perum Damri menyiapkan 45 unit bus dan 10 unit mobil barang, sedangkan untuk jemaah haji dari PT. Ayuberga akan diangkut dengan 64 unit bus dan 16 unit truk,” terang Arifin.

 

Penyelenggaraan angkutan Jemaah haji untuk fase I (keberangkatan) akan dimulai pada tanggal 9 Agustus- 5 September 2016, sedangkan fase II (kedatangan) akan dilaksanakan pada tanggal 17 September-15 Oktober 2016.

 

Maskapai pelat merah Garuda Indonesia menyatakan kesiapannya dalam memberangkatkan jamaah haji Indonesia di musim haji 1437 Hijriah/2016 Masehi mulai 9 Agustus 2016 dengan mengoptimalkan struktur di dalam maskapai beserta anak perusahaan. Adapun jumlah jamaah haji yang diangkut Garuda sebanyak 79.020 jamaah.

 

“Kami telah melakukan berbagai upaya persiapan untuk pemberangkatan haji,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo saat menghadiri acara Kunjungan Kesiapan Penerbangan Haji tahun 1437H/2016M di Hanggar GMF AeroAsia, Cengkareng, Tangerang, Kamis (4/8).

 

Menurut dia, Garuda Indonesia menyiapkan 442 awak kabin dengan 40% di antaranya adalah putra daerah embarkasi. Dengan strategi itu, Garuda dapat melayani jamaah haji yang terkendala tidak dapat berbahasa Indonesia, mengingat sebagian jamaah hanya mampu berbahasa daerah. (esa)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA