Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Infrastruktur Kementerian PUPR. Ilustrasi: PUPR

Proyek Infrastruktur Kementerian PUPR. Ilustrasi: PUPR

Dipangkas Rp 6,85 T, Target Ditjen SDA PUPR Ditunda

Kamis, 1 April 2021 | 14:47 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Anggaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dipangkas Rp 6,85 triliun. Implikasinya, sejumlah target proyek atau output 2021 ditunda.

"Implikasi dari refocusing dan realokasi belanja Tahun Anggaran (TA) 2021 terjadi penurunan output atau target 2021," ucap Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kamis (1/4).

Jarot melaporkan, pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Ditjen SDA pada TA 2021 awalnya Rp 58,547 triliun. Namun, berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S03MK02 Tahun 2021 pagu tersebut di-refocusing Rp 6,85 triliun sehingga total anggaran Ditjen SDA menjadi Rp 51,691 triliun.

Status pagu DIPA Ditjen SDA hingga 17 Maret 2021 tercatat senilai Rp 51,778 triliun setelah peluncuran loan tahun 2020 senilai Rp 86,95 miliar dilakukan penarikan.

Sesuai arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, semua penghematan belanja 2021 diambil dari pendanaan rupiah murni antara lain penghematan belanja perjalanan dinas, honorarium padat, meeting dan jasa lainnya.

Selain itu, peghematan juga ditarik dari pengadaan lahan yang sudah dibiayai Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan merelaksasi paket pekerjaan dari single years contract menjadi multiyears contract.

"Jadi, kita ulur. Sebagai salah satu konsekuensinya adalah waktu pelaksanaan (proyek) menjadi agak mundur," imbuh Jarot.

Paket-paket pekerjaan yang belum atau sudah lelang dilakukan penundaan. Salah satunya dukungan kegiatan Ditjen SDA di Kawasan Industri Subang lantaran penyediaan lahan yang belum selesai hingga akhirnya anggaran di-refocusing.

Dampak dari refocusing dan realokasi belanja tahun 2021 tersebut, Ditjen SDA menunda pelaksanaan bendungan seperti Bendungan Wairoro di Maluku Utara dan Wailegi serta menunda pembangunan bendungan dan embung baru di antaranya Bendungan Cibeet, Cijurai, Batu Lepek, dan Kedung Langgar. Target peningkatan kapasitas air baku di tahun 2021 juga dikurangi atau diundur menjadi 2022. Sehingga capaian target tahun ini agak berkurang.

Begitupun dengan pembangunan area irigasi baru dan rehabilitasi area irigasi yang targetnya akan dikurangi. Termasuk mengurangi panjang infrastruktur pegendali banjir dan pengaman pantai. Namun demikian, Jarot memastikan target output dan outcome sampai pekerjaan selesai adalah tetap.

Realisasi keuangan 21,82%

Pada kesempatan tersebut, Jarot juga menyampaikan progres realisasi keuangan Ditjen SDA TA 2021 hingga akhir Maret mencapai mencapai 21,82% sedangkan progres fisik 22,13%.

Jika dibandingkan dengan progres Kementerian PUPR yang secara umum keuangannya baru terserap 18,56% dan fisiknya 19,71%, menurut Jarot deviasi Ditjen SDA masih tergolong positif.

"Total, tahun 2021 masih ada sekitar 790 paket belum kontrak yang terdiri dari 565 paket masih proses lelang dan 225 paket belum lelang yang umumnya berasal dari loan karena dalam masih proses penyelesaian desain," ungkapnya.

Adapun paket-paket yang belum lelang terdiri dari rupiah murni sebanyak 111 paket dengan total Rp 864 miliar dan dari loan 114 paket senilai Rp 287 miliar. 

"Paket belum lelang dikarenakan masih menunggu hasil desain dan ada yang masih dalam proses pengukuran petak bidang oleh kantor pertanahan," tutur Jarot. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN