Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol laut. Foto: maritimindonesia.co.id

Tol laut. Foto: maritimindonesia.co.id

Gandeng Grab dan Gojek, Menhub Yakin Tol Laut Lebih Optimal

Tri Murti, Kamis, 7 November 2019 | 15:36 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan kerja sama dengan perusahaan aplikasi daring seperti Grab dan Gojek, dapat mengoptimalkan program Tol Laut, khususnya dalam upaya menurunkan disparitas harga barang antarwilayah di Indonesia. Demikian disampaikan Menhub saat menghadiri peluncuran Grab Kios dan peringatan Hari Warung Nasional (Harungnas) di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (7/11).

"Saya melihat modal bisnis yang dibuat oleh Grab atau aplikasi lain semacamnya ini relevan dengan keinginan untuk mengurangi disparitas harga di Indonesia bagian timur khususnya. Alangkah indahnya kalau proses bisnis ini bisa diterapkan di barang-barang bulog itu sehingga menjadi simple karena teknologinya ada, pemainnya ada kita tinggal mengintegrasikannya untuk distribusi barang-barang tersebut bisa menggunakan Tol Laut," papar Menhub Budi seperti dikutip dari siaran resmi Kementerian Perhubungan, Kamis (7/11)

Lebih lanjut, Menhub juga mengatakan agar para pengemudi ojek online ini bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara menjadi distributor beras atau gula. Hal tersebut bertujuan agar barang-barang logistik seperti beras, gula, dan sebagainya dapat terdistribusi secara merata.

"Saya minta kepada Grab dan juga semua aplikator memberikan peran tambahan kepada mereka (pengemudi online) bisa distribusi beras, gula, dan sebagainya. Jadi pulang bekerja, minimal mereka bisa mendistribusikan ke 10 tetangganya sehingga dia mendapakan tambahan pendapatan dan distribusi berjalan dengan baik dan juga efisien pergerakannya. Sistem ini memang bermanfaat untuk membantu, dan bisnis ini relevan untuk digunakan," jelas Menhub Budi.

Menhub menyampaikan apresiasi kepada Grab Indonesia yang membangun GrabKios di seluruh Indonesia.

“Saya meyakini aplikasi ini dapat memajukan perekonomian usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia sehingga warung-warung kecil tetap berkembang. Ini juga sejalan dengan program Tol Laut untuk menurunkan disparitas harga di Indonesia,” ungkap Menhub.

Berdasarkan informasi dari Grab Indonesia, Grab Kios kini memiliki mitra sebanyak 2,6 juta yang tersebar di 505 kota dan kabupaten di Indonesia, Itu terdiri atas berbagai macam jenis pedagang makanan kecil, warung kelontong hingga agen individu sendiri. Hal ini membuktikan bahwa dengan teknologi informasi pun UMKM dapat berkembang semakin maju.

"Saya ingin apa yang menjadi program pemerintah menjadi visi harga yang murah dan harga terjangkau ini bisa terlaksana," ucap Menhub Budi.

Sejalan dengan Menhub Budi, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki menilai adanya Grab Kios ini bisa meningkatkan perekonomian warung-warung kecil dengan teknologi. Dengan demikian, usaha kecil dan menengah juga dapat bersaing dengan retail besar.

"Saya respect terhadap ide Grab Kios ini. Sekarang kita perlu aplikasi semacam ini karena sejalan dengan program kami yaitu digitalisasi UMKM, supaya ada peningkatan ekonomi di warung ini. Sekarang harus mulai merubah mindset tentang perekonomian Indonesia, UMKM ini sangat besar menyerap tenaga kerja bahkan saat krisis UMKM dapat menjadi bemper ekonomi nasional," ungkap Menteri Teten.

Dia juga menyampaikan data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa jumlah usaha mikro mencapai 62 juta dan warung merupakan bagian dari usaha mikro. Selain itu UMKM sendiri tercatat menyumbang terhadap keseluruhan PDB Indonesia hingga 46% dengan melibatkan sekitar 113 juta orang yang menjadikan sektor UMKM sebagai sumber pendapatan mereka.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA