Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masterplann Bandar Udara Internasional Kertajati

Masterplann Bandar Udara Internasional Kertajati

Gubernur Jabar Minta KA Cepat Terhubung ke Kertajati

ANT/TM, Rabu, 15 Mei 2019 | 12:56 WIB

CIKAMPEK- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berharap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ke depannya bisa dikoneksikan dan dilanjutkan ke Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Kabupaten Majalengka.

"Dari Tegalluar (stasiun akhir kereta cepat) ke Kertajati kurang lebih hanya 60 Km, jadi kalau kita sambung area jalan tolnya sudah ada, tidak usah membebaskan lahan tinggal melipir, teknologinya sudah ada di sini dan jaraknya dekat dengan rumus model business plan yang sama, saya kira bisa dilanjutkan," kata Ridwan Kamil di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, Selasa (14/5).

Ridwan berharap Bandara Kertajati suatu hari sangat padat, karena terkoneksi dengan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kalau memang ini menjadi sebuah model, kita jadikan standar untuk menghubungkan pusat-pusat strategis lainnya," tutur Gubernur yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

Ridwan Kamil. Foto: IST.
Ridwan Kamil. Foto: IST.

 

Sebelumnya Ridwan Kamil juga menginginkan adanya kereta api ringan atau light rail transit (LRT) sebagai transportasi penghubung antara stasiun akhir Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar dengan Kota Bandung. Rel LRT sepanjang 2,7 Km akan tersambung ke rel yang sudah ada atau existing rail di Stasiun akhir kereta cepat yakni Tegalluar. Menurut dia, LRT tersebut akan memudahkan wisatawan dan tamu yang menggunakan kereta cepat untuk bisa langsung mengunjungi Kota Bandung.

Gubernur Jabar itu berharap pembangunan LRT tersebut bisa rampung bersamaan dengan tuntasnya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Selain itu, proyek LRT ini juga bisa rampung bersamaan dengan selesainya pembangunan Masjid Raya Jawa Barat.

Ridwan menambahkan nantinya akan ada stasiun transit di persis di dekat Masjid Raya Jawa Barat, mengingat masjid ini akan menjadi pusat wisata Kota Bandung. Gubernur menuturkan tidak akan sungkan untuk turun langsung mendesain proyek stasiun tersebut bersama dengan PT KAI.

"Nanti tinggal dirapatkan Bapak Direktur Utama PT KAI bentuk stasiunnya seperti apa, nanti akan hadir Gubernur Jabar untuk mendesain sendiri stasiunnya," katanya.

Sedangkan Menteri BUMN Rini Soemarno berharap pembangunan semua stasiun kereta cepat bisa selesai berbarengan dengan rampungnya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Rini menjelaskan bahwa pembangunan stasiun-stasiun kereta cepat harus sudah dimulai, sehingga saat proyek kereta cepat tuntas pada 2020 maka semua stasiunnya juga telah selesai dibangun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN