Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
MRT Jakarta

MRT Jakarta

Halte Transjakarta dan Stasiun MRT Face II Terintegrasi

Tri Murti, Jumat, 14 Februari 2020 | 12:27 WIB

JAKARTA, investor.id  - Seluruh stasiun MRT Jakarta Fase II akan terintegrasi dengan halte Transjakarta untuk memudahkan mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong lebih banyak lagi mengangkut penumpang.

“Untuk stasiun Fase II ini akan semua diintegrasikan dengan halte Transjakarta,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar di Jakarta, Kamis (13/2).

Dirut MRT Jakarta William Sabandar. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU
Dirut MRT Jakarta William Sabandar. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Integrasi tersebut sudah dimulai di Fase I, yakni di Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Asean yang saat ini tengah dilakukan integrasi.

Selain integrasi antarmoda,  William mengatakan dalam pembangunan konstruksi Fase II juga akan sekaligus dibangun Kawasan Berorientasi Transit (TOD). TOD tersebut untuk tahap awal di Fase II, di antaranya Thamrin, Harmoni, dan Kota Tua.

“Fase I di Dukuh Atas, Istora, Senayan, Blok M, Fatmawati, dan Lebak Bulus. Fase II mengembangkan berbagai kawasan seperti Thamrin kemudian Harmoni, Kota Tua yang akan kita lihat karena cagar budaya dan pusat wisata yang bisa diintegrasikan,” papar dia.

Untuk pembangunan TOD MRT Jakarta Fase II, William menuturkan pihaknya juga akan mengajukan permohonan untuk menjadi pengelola kawasan tersebut seperti di Fase I, namun hingga saat ini Pemprov DKI belum juga menerbitkan Panduan Rancang Kota (PRK) sebagai payung hukum dan memulai pembangunan tersebut.

Konstruksi

Sementara itu, konstruksi proyek MRT Jakarta Fase II paket pertama dari Bundaran HI hingga Harmoni (CP201) akan diteken Senin (17/2), antara PT MRT Jakarta dengan pemenang lelang yakni konsorsium perusahaan patungan Shimitsu Kobayashi dan PT Adhi Karya (Persero).

“Sudah diumumkan pemenang lelang, yaitu perusahaan patungan Indonesia dan Jepang, Shimitsu, dan Adhi Karya, sebelum memulai pekerjaan, mereka akan tanda tangan kontrak itu yang akan dilaksanakan hari Senin di Stasiun Bundaran HI,” kata William.

William menyebutkan nilai kontrak untuk paket pertama tersebut, yakni Rp 4 triliun untuk kebutuhan konstruksi dari Bundaran HI hingga Harmoni.

Ia mengatakan, proses tender secara terbuka dan prosesnya cukup panjang selama satu tahun untuk menentukan pemenang dan berbeda dari pemenang lelang konstruksi Fase I Bundaran HI-Lebak Bulus.

“Ini adalah pemenang lelang, dari secara teknis dan harga paling menguntungkan pemilik proyek,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

William mengatakan konstruksi paket pertama CP 201 ini akan dimulai pada Maret 2020. Secara keseluruhan, terdapat 10 stasiun di lintasan MRT Fase II, mulai dari Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Mangga Dua, dan Ancol yang juga akan dibangun depo.

Ia menuturkan pembangunan proyek MRT Fase II ini memakan biaya dua kali lipat dari Fase I, yakni Rp 22,5 triliun karena seluruhnya akan dibangun di bawah tanah (underground). Selain itu juga akan dibangun melintasi situs bersejarah (heritage) dan akan menembus di bawah sungai mencapai 30 meter dari permukaan tanah.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA