Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Bagas Adhadirgha

Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Bagas Adhadirgha

Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi dari Pengusaha

Gora Kunjana, Minggu, 2 Juni 2019 | 22:44 WIB

JAKARTA- Belakangan harga tiket angkutan udara untuk tujuan domestik terus naik bahkan lebih mahal dari penerbangan asing. Menurut CEO Asia Aero Technology, Bagas Adhadirgha, hal yang menyebabkan tiket pesawat naik karena pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar 10% pada banyak komponen proses yang dilakukan dalam produksi jasa penerbangan.

"Ada beberapa hal yang menyebabkan harga tiket pesawat tujuan domestik kita mahal, karena dikenakan PPN 10% mulai dari penjualan tiket penerbangan, pembelian bahan bakar pesawat udara, pembelian suku cadang, landing fee, biaya navigasi, biaya garbarata, dan biaya ground handling," ucap Bagas Adhadirga di Jakarta, Minggu (2/6).

Ketua Bidang Internasional Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) juga menjelaskan tiket penerbangan asing lebih murah karena adanya asas resiprokalitas dengan negara mitra.

"Solusinya jika harga tiket pesawat kita ingin murah, PPM dan bea masuk untuk spareparts dan bahan bakar agar dibebaskan, diberikan jalur khusus agar cepat proses saat memasukkan item barang-barang suku cadang dan komponen lainnya," kata pengusaha pengelola bandara swasta itu.

Calon Ketua Umum BPP Hipmi ini juga mengatakan jika harga pesawat domestik murah akan berdampak pada pariwisata domestik yang akan meningkat dan juga meningkatkan para UMKM daerah.

"Ini harus kita hadirkan solusi ke depannya, agar bisa menggerakkan ekonomi dan pariwisata juga bisa berkembang," tutup Bagas.

Sumber : PR

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA