Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gerbang Tol Pekanbaru di ruas Tol Pekanbaru-Dumai.

Gerbang Tol Pekanbaru di ruas Tol Pekanbaru-Dumai.

Hutama Karya Jaring 200 Kendaraan Odol di Tol Kelolaan

Thresa Sandra, Jumat, 14 Februari 2020 | 17:47 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Hutama Karya (Persero) menjaring dan menindak 200 kendaran overdimension dan overload (odol) di ruas-ruas tol yang dioperasikan badan usaha milik negara tersebut (BUMN). Operasi yang digelar dari 22-30 Januari 2020 itu terlaksana lewat kerja sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol, Kepolisian, serta dinas perhubungan setempat.

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya J. Aries Dewantoro menyampaikan, penindakan tegas ini telah dilakukan selama 10 hari serempak di seluruh ruas tol Hutama Karya, yakni Ruas Tol Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Bakauheni-Terbanggi Besar, hingga Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung untuk wilayah Jalan Tol Trans-Sumatra. Selain itu, operasi dilakukan di Ruas Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok untuk wilayah Jawa. 

“Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan kapasitas muat yang ditetapkan. Jika terdapat kendaraan yang melanggar, kami tindak,” ungkap Dewantoro dalam keterangannya, Jumat (14/2).

Dia menjelaskan, penertiban kendaraan bermuatan lebih di jalan tol ini menyusul telah dikeluarkannya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang pelaksanaan pelayanan bersama, pengamanan, dan penegakan hukum 

pada jalan tol di seluruh Indonesia antara BPJT, Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Asosiasi Jalan Tol Indonesia, dan Kepolisian.

"Dengan adanya MoU yang sudah ditandatangani maka aturannya jelas bahwa kendaraan yang termasuk dalam kategori odol memang tidak boleh melintas di jalan tol yang kami kelola,” tegas Dewantoro.

Lebih lanjut, Aries mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan secara rutin oleh Hutama Karya setiap bulan. Dengan bebas kendaraan odol, dia berharap, dapat mengurangi angka kecelakaan dan memperkecil jumlah gangguan lalu lintas di jalan tol.

"Tentunya kami berharap agar ke depan tidak ada lagi kendaraan odol yang melintas di jalan tol. Hal itu sesuai dengan salah satu pesan dalam kampanye kita, yaitu setuju untuk tertib overdimension menuju zero overload di jalan tol,” tutup Dewantoro.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan truk barang yang melanggar ketentuan dimensi maupun muatan akan ditindak tegas dalam rangka mewujudkan program odol pada 2022.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya akan mengawasi dan melaksanakan penegakan hukum secara tegas terhadap pelanggaran muatan lebih dan atau ukuran lebih. 

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Korlantas Polri maupun Direktorat Jenderal Bina Marga, Badan Pengatur Jalan Tol, dinas perhubungan provinsi maupun kabupaten/kota," kata Budi Setiyadi.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, terkait pencegahan truk odol di jalan tol, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat berkoordinasi dengan PT Jasa Marga dan badan usaha jalan tol lain untuk pengawasan dan penindakan pelanggarannya.

"Kemenhub yakin akan dapat memberantas angkutan odol sepenuhnya sesuai target yakni pada tahun 2022 mendatang," terang Budi Setiyadi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA