Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Citilink melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh armada pesawatmya

Citilink melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh armada pesawatmya

Inaca: Maskapai Terancam Bangkrut Jika Tak Ada Insentif

Thresa Sandra Desfika, Kamis, 26 Maret 2020 | 18:57 WIB

JAKARTA, investor.id -- Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) memperkirakan sebagian maskapai nasional terancam bangkrut apabila pandemi Virus Korona terus berlanjut tanpa ada dukungan pemerintah dan stakeholders dalam memberikan keringanan serta insentif bagi operator penerbangan.

“Diramalkan apabila penuntasan pandemik Covid-19 semakin tidak pasti hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk bahkan sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut," kata ketua Umum Inaca Denon Prawiraatmadja dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Denon menyebutkan, saat ini industri penerbangan di Tanah Air tengah memasuki masa yang sangat sulit. Sejak awal Maret 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis sehingga semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan, baik rute maupun frekuensinya, sampai dengan 50% atau lebih.

Denon mengakui bahwa untuk mengurangi kerugian yang diderita beberapa waktu belakangan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi, di antaranya dengan memilih opsi tutup operasi dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi, dan karyawan pendukung lainnya.

Selain itu, ujar Denon, dampak Virus Korona bukan hanya di industri penerbangan itu sendiri tapi juga untuk industri pendukungnya baik hilir maupun hulu seperti bengkel pesawat, ground handling, dan agen perjalanan yang terlibat.

Karena itu, Denon mengatakan, untuk menyelamatkan dari kerugian yang lebih besar lagi, Inaca mengharapkan keringanan dan insentif dari pemerintah.

"Yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN