Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelabuhan Mobil

Pelabuhan Mobil

IPCC Pastikan Aktivitas Bongkar Muat Tetap Berjalan

Thereis Love Kalla, Kamis, 26 Maret 2020 | 15:31 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) memastikan aktivitas operasional tetap berjalan di tengah pandemik virus Korona. Meski operasional tetap berjalan, namun kegiatan ekspor impor kendaraan CBU (completely built unit) mengalami penurunan akibat negara tujuan melakukan pembatasan.

Investor Relation IPCC Reza Priyambada menjelaskan, kegiatan operasional tetap dilakukan sebagai upaya mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan. Upaya tersebut dijalankan dengan strategi pembagian shift bergilir bagi petugas operasional dengan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) operasi yang terstandardisasi dan memadai.

“Kebijakan operasional ini didasari karena IPC Car Terminal menjadi garda terdepan negara dalam melayani ekspor-impor otomotif di Indonesia sehingga operasional perseroan tetap berjalan normal 24 jam dalam seminggu, meskipun dengan pembagian shift tersebut,” kata Reza dalam keterangan resmi perseroan pada Rabu (26/3).

Kendati demikian, aktivitas ekspor CBU ke Malaysia dan Filipina mengalami penurunan akibat dampak dari virus Korona. Hingga pertengahan Maret 2020, total ekspor CBU ke Filipina mencapai 6.455 unit atau lebih rendah 1,56% dibanding periode sama tahun lalu. Sementara, untuk ekspor CBU ke Malaysia turun hingga 58,84% menjadi 128 unit dari sebelumnya sebanyak 311 unit di tahun lalu.

Reza menambahkan, pangsa pasar dari kedua negara tersebut untuk total jumlah ekspor CBU masing-masing sekitar 29% dan 1%.

Selain itu, untuk segmen alat berat pun juga mengalami penurunan untuk kedua negara tersebut. Hingga pertengahan Maret 2020, pengiriman ekspor alat berat ke Filipina turun 32,43% menjadi 25 unit. Sedangkan ke Malaysia turun 58,82% menjadi 14 unit alat berat.

Lebih lanjut, Reza mengungkapkan, perseroan hingga kini masih belum membatasi kedatangan Kapal RoRo, dimana kapal-kapal tersebut masih bersandar sesuai jadwal rutin tetap. Akan tetapi, dari segi jumlah muatan mengalami pengurangan, karena terpengaruh kebijakan sejumlah negara yang telah melakukan pembatasan aktivitas ekspor impor.

Sementara itu, kegiatan operasional di terminal domestik, meningkat tipis sebesar 6,28%, namun untuk alat berat cenderung turun drastis mencapai 57,12%. Hal ini di sebabkan di beberapa daerah menerapkan kebijakan terkait dengan antisipasi penyebaran virus Covid-19.

Di sisi lain, industri otomotif dalam negeri juga mengalami penurunan produksi akibat beberapa komponen masih diimpor dari negara yang menerapkan kebijakan pembatasan tersebut. “Diharapkan pembatasan-pembatasan tersebut bersifat sementara dan juga diharapkan masih ada sejumlah negara lain yang tidak mengurangi aktivitas ekspor impor otomotifnya sehingga pembatasan dari Malaysia dan Filipina dapat diimbangi dari aktivitas bongkar muat otomotif di negara-negara lainnya,” ujar Reza.

Reza menegaskan, IPCC tetap konsisten dan serius dalam mengupayakan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan perusahaan, dengan memfasilitasi hand sanitizer di setiap sudut ruangan yang mudah di jangkau, pengukuran suhu bagi pekerja dan semua pihak yang berkepentingan yang masuk dan keluar area perkantoran maupun terminal.

Penerapan social distancing pada area kerumunan dan antrean serta pembagian masker bagi pekerja operasional dan front liner juga dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid -19. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara rutin, hingga mulai membatasi atau menjadwalkan ulang bagi tamu yang akan berkunjung ke perusahaan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN