Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menhub Minta Maskapai Swasta Bersedia Dievaluasi Tim UE

Gora Kunjana, Selasa, 20 Maret 2018 | 17:46 WIB

JAKARTA- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta seluruh operator penerbangan swasta bersedia untuk dievaluasi oleh tim dari Uni Eropa (UE). Hal itu untuk mendukung pelepasan sanksi larangan terbang bagi maskapai Indonesia ke Eropa.


Saat ini, tim UE datang ke Indonesia untuk mengevaluasi standar keselamatan dan keamanan penerbangan nasional. Tetapi, aspek yang dinilai bukan hanya terkait regulator melainkan juga operator. Karena itu, Menhub mengharapkan, semua operator bersedia untuk dievaluasi oleh UE.


"Urusan safety bukan hanya urusan pemerintah tapi urusan kita semuanya. Karenanya pada saat EU (European Union) menunjuk private company, yang ditunjuk saya minta mereka harus ikut," kata Budi di Jakarta, Senin (19/3).


Budi menambahkan, tidak ada alasan operator swasta tidak ikut karena dengan audit ini mereka bisa memperbaiki hal-hal yang dianggap masih kurang.


"Saya pikir audit jangan jadi suatu yang menakutkan. Kalau kita menemukan sesuatu yang kurang harus improve," ujar Menhub.


Namun demikian, Budi menambahkan, pihak UE mengapresiasi perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan oleh seluruh pelaku penerbangan di Tanah Air. UE, lanjut Menhub, menilai penerbangan Indonesia sangat potensial lantaran realisasi pertumbuhan penumpang per tahunnya yang signifikan. Sebab itu, standar penerbangan di Indonesia harus terus ditingkatkan guna menunjang pertumbuhan tersebut.


Baru-baru ini, Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengatakan, pihaknya siap berpartisipasi ketika UE menunjuk maskapai-maskapai Lion Air Group untuk dievaluasi. Adapun maskapai tersebut adalah Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.


Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso menuturkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang berbentuk kepulauan dan terhubung dengan moda transportasi penerbangan dan ratusan bandar udara. Untuk itu, kata dia, sudah seharusnya Indonesia memiliki perhatian tinggi terhadap keselamatan penerbangan.


“Keselamatan penerbangan hanya bisa dikelola dengan perilaku yang proaktif dan prediktif. Perilaku proaktif tercermin dalam kepatuhan pengawasan soal keselamatan penerbangan, ” ujar Agus.


Dia menambahkan, regulator dan operator penerbangan Indonesia akan bekerja sama dengan tim penilai UE sehingga proses evaluasi dan hasilnya diharapkan berlangsung baik bagi semua pihak.


Terkait penilaian, UE mengirim tim yang terdiri atas delapan auditor yang berasal dari lima negara yaitu Belgia, Rumania, Spanyol, Belanda, dan Italia. Penilaian ini merupakan jawaban UE atas permintaan Indonesia untuk membuka larangan terbang. Pasalnya, UE masih menerapkan sanksi larangan terbang selama hampir 11 tahun terhadap Indonesia atau sejak Juli 2007. (esa)

BAGIKAN