Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kemacetan jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Kemacetan jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Menhub: MRT/LRT Lebih Murah Dibanding Kerugian AKibat Macet

TM, Minggu, 28 April 2019 | 17:14 WIB

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, biaya pembangunan angkutan umum massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) atau Light Rail Transit (LRT), masih lebih murah ketimbang kerugian akibat kemacetan.

“Dalam angka kuantitatif, walaupun belum terlalu dipercaya masyarakat, kerugian akibat kemacetan di Jakarta itu Rp 100 triliun per tahun. Ini kalau dibandingkan maka membangun MRT atau LRT itu lebih murah,” ujar Menhub saat membuka Seminar Nasional dengan tema Advocating and Stakeholder Empowerment on Sustainable Transport Infrastructure Development yang diselenggarakan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (26/4).

Sekadar informasi, biaya untuk pembangunan MRT Fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus sepanjang 16 km menghabiskan dana Rp 16 triliun, sedangkan pembangunan LRT Jabodebek dibangun dengan total biaya Rp 20,75 triliun untuk rute sepanjang 44,3 km.

Seperti dikutip dari pernyataan resminya, kata Menhub, masih banyak masyarakat dan pemerintah kota yang masih belum sadar bahwa masa depan transportasi perkotaan itu adalah angkutan umum massal dan tidak mungkin lagi untuk mengandalkan kendaraan pribadi.

Untuk itu perlu disebarkan kepada masyarakat, terutama kaum milenial agar tumbuh kesadaran untuk menggunakan transportasi umum massal.

“Kita harus memberikan pembelajaran dan pengertian kepada mereka. Saatnya kita melakukan suatu upaya-upaya. Oleh karenanya, BRT, MRT, dan LRT sekalipun kita harus berjuang untuk membangun itu dengan beberapa supporting dari pemerintah, kita mampu membuat angkutan massal yang berdaya,” papar dia.

Pesan tersebut, lanjut Menhub, perlu disampaikan agar dapat membangkitkan kesadaran kaum milenial untuk beralih menggunakan transportasi umum massal.

“Kaum milenial harus beraksi menyampaikan ide ini sebagai satu yang kita deliver kepada masyarakat Indonesia,” papar dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan pengoperasian MRT Jakarta fase 1 dan mencanangkan pembangunan MRT Jakarta fase 2 pada bulan lalu. Presiden menekankan, dengan hadirnya MRT Jakarta, yang merupakan MRT pertama di Indonesian itu, menjadi simbol kemunculan peradaban baru di Tanah Air.

“Seluruh warga Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta, yang saya cintai saya banggakan, hari ini peradaban baru akan kita mulai dengan dioperasikannya MRT fase 1,” kata

Jokowi dalam sambutannya dalam acara peresmian MRT Jakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (24/3).  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA