Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peti kemas. Foto ilustrasi: IST

Peti kemas. Foto ilustrasi: IST

Pascaperampingan TKBM, TPK Koja Diminta Jalankan Kesepakatan

Imam Suhartadi, Kamis, 11 Juli 2019 | 02:14 WIB

JAKARTA - Ketua Koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat (KSTKBM) Pelabuhan Tanjung Priok, Suparman, menyesalkan sikap TPK Koja yang mengabaikan sejumlah kesepakatan pasca perampingan jumlah anggota regu (regroupping) TKBM tahun 2018 lalu.

Seperti diketahui, jumlah anggota regu TKBM di TPK Koja yang semula 12 orang dirampingkan menjadi 8 orang.

General Manager (GM) Kerja Sama Operasi (KSO) TPK Koja, Ade Hartono, dituding tidak menjalankan kesepakatan dengan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang bekerja di terminal petikemas tersebut.

“Bagi TKBM, perampingan ini punya konsekuensi berkurangnya pendapatan,” tutur  Suparman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (10/7).

Meski demikian, imbuhnya, saat itu pihak koperasi tetap menyosialisasikan mengenai rencana perampingan  jumlah anggota regu tersebut. Dari hasil sosialisasi tersebut, para TKBM meminta agar koperasi memperjuangkan dana benefit sebagai kompensasi atas perampingan jumlah anggota regu.

Sejumlah rapat pun digelar antara kedua belah pihak yakni Koperasi TKBM dengan Manajemen KSO TPK Koja untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Hingga akhirnya Koperasi KSTKBM menyetujui perampingan jumlah anggota regu TKBM. 

Begitu juga dengan Manajemen KSO TPK Koja yang juga menyepakati sejumlah kompensasi antara lain pembayaran dana HIK atas lembur yang dilakukan oleh TKBM di terminal petikemas tersebut. 

HIK merupakan komponen asuransi, kesejahteraan dan administrasi koperasi yang wajib dibayarkan pengguna jasa TKBM setiap kali kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Di TPK Koja, jumlah TKBM yang bekerja sebanyak 144 orang.

“Meski sudah sepakat, sampai saat ini TPK Koja masih belum juga membayar dana HIK untuk TKBM yang lembur. Dari hitungan kami jumlahnya sudah lebih dari Rp300 juta,” cetus H. Suparman.

Atas kejadian tersebut, para pekerja TKBM menganggap Manajemen TPK Koja sengaja tidak mejalankan kesepakatan tersebut. Tak sampai di situ, Koperasi KSTKBM juga akan menggugat GM TPK  Koja ke pihak berwenang. Koperasi TKBM pun meminta pemerintah untuk meninjau ulang kerja sama PT Pelindo II dengan Hutchison Port Holdings (HPH).

“Kami masih berharap itikad baik dari Manajemen KSO TPK Koja. Apalagi kami juga masih berupaya mengendalikan TKBM yang mengancam akan kembali ke pola 12 orang per regu,” pungkas Suparman.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA