Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 Km yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Pulau Bungkutoko dan wilayah Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara telah memasuki tahap akhir. Jembatan ini diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara. (PUPR)

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 Km yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Pulau Bungkutoko dan wilayah Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara telah memasuki tahap akhir. Jembatan ini diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara. (PUPR)

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari Sultra Masuki Tahap Akhir

Rabu, 14 Oktober 2020 | 20:26 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 kilometer (km) yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Pulau Bungkutoko dan wilayah Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara telah memasuki tahap akhir. Jembatan ini diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara.

Jembatan Teluk Kendari juga akan terhubung dengan jalan nasional dan jalan lingkar luar (Outer Ring Road) Kota Kendari sepanjang 40 km yang menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe. Dengan demikian, mobilitas kendaraan logistik dari kawasan pelabuhan baru di Pulau Bungkutoko yang menjadi bagian pengembangan Kota Kendari seluas 66 hektare akan semakin mudah.

Hal itu sejalan dengan pernyataan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jembatan, flyover, dan underpass akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas, di samping mendukung produktivitas masyarakat yang lebih baik.

"Pembangunan infrastruktur jembatan tidak saja memerhatikan aspek teknis dan fungsional, tapi juga arsitektural. Karena jembatan akan menjadi ikon lansekap kota," sebut Basuki dalam keterangannya yang diterima Investor Daily, Rabu (14/10).

Maka dari itu, kawasan di sekitar jembatan pun ditata dan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik. Sejumlah fasilitas bahkan dibangun seperti lapangan olahraga, area parkir, dan street cinema sebagai bagian dari pengembangan kawasan Kota Lama.

Alhasil, Jembatan Teluk Kendari nantinya akan mempermudah mobilitas masyarakat terutama di kawasan Kota Lama yang selama ini harus menaiki Kapal Ferry untuk menyeberangi Teluk Kendari atau memutari Teluk sejauh 20 km dengan waktu 30-35 menit.

Kehadiran Jembatan Teluk Kendari akan membantu masyarakat untuk melintas sehingga jaraknya semakin dekat dan waktu tempuh yang dibutuhkan semakin cepat sekitar 5 menit.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari merupakan tanggungjawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga dengan kontraktor pelaksana konsorsium PT PP dan PT Nindya Karya.

Biaya pembangunannya bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 809 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2015-2020. Konstruksi jembatan ini meliputi jalan pendekat atau oprit (602,5 m), approach span (357,7 m), side span (180 m), dan bentang utama (200 m).

Jembatan dengan tipe cable stayed tersebut memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar. Saat ini progres fisiknya telah mencapai 99% dan ditargetkan selesai akhir Oktober 2020.

Pekerjaan yang tersisa adalah pengaspalan di dua sisi jalan pendekat berupa aspal hotmix dan jalan samping/frontage sepanjang 460 meter, lebar 4,50 meter dengan target selesai 19 Oktober 2020. Pekerjaan lainnya adalah mengecat marka dan membersihkan area jembatan untuk menyempurnakan fungsi jembatan.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN