Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek infrastruktur. Foto ilustrasi: IST

Salah satu proyek infrastruktur. Foto ilustrasi: IST

Pemerintah Targetkan Stok Infrastruktur 50% dari PDB

Thresa Sandra Desfika, Kamis, 7 November 2019 | 14:06 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menargetkan stok infrastruktur Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 50% pada 2024 atau naik dibandingkan tahun 2019 ini yang sekitar 43% terhadap PDB. Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kennedy Simanjuntak dalam diskusi Infrastructure Outlook Forum 2020 yang diselenggarakan Berita Satu Media di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta pada Kamis (7/11). Acara diskusi dimoderatori News Director Berita Satu Media Primus Dorimulu.

Kennedy menyampaikan, pemerintah terus berkomitmen melakukan pembangunan infrastruktur, namun dari yang sudah dilakukan selama 2014-2019, itu baru menahan laju penurunan stok infrastruktur terhadap PDB. Sebab, pembangunan infrastruktur di Indonesia sudah jauh ketinggalan dari negara-negara lain.

"Stok infrastruktur kita masih di bawah negara-negara maju di mana mereka stok infrastrukturnya 70% terhadap PDB. Tapi target kami untuk lima tahun ke depan stok infrastruktur dinaikkan dulu menjadi 50% terhadap PDB. Jadi bertahap," ungkap Kennedy.

Guna mengejar target tersebut, lanjut Kennedy, pemerintah mempunyai lima program prioritas pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 2020-2024. Kelima program itu adalah pengembangan infrastruktur pelayanan dasar, penguatan konektivitas, pembangunan infrastruktur perkotaan, energi dan ketenagalistrikan, serta transformasi digital.

"Apa yang akan dilakukan memang akan banyak tantangannya, tetapi kami sudah siapkan program prioritas yang akan menjadi fokus dalam lima tahun ke depan," imbuh dia.

Dalam merealisasikan kelima program prioritas tersebut, lanjut Kennedy, kebutuhan dananya mencapai Rp 6.445 triliun atau melonjak drastis dari kebutuhan pendanaan pada 2015-2019 senilai Rp 4.796 triliun. Kebutuhan dana dalam lima tahun ke depan akan ditutupi APBN dan APBD dengan porsi 37%, BUMN 21%, dan swasta sebanyak 42%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA