Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Arista Atmadjati, Direktur Aiac Aviation Jakarta, Direktur Majalah Cargo Indonesia

Arista Atmadjati, Direktur Aiac Aviation Jakarta, Direktur Majalah Cargo Indonesia

Pengamat Sambut Baik Putusan Pengadilan Kabulkan Keberatan Grup Lion Air

Kamis, 15 Oktober 2020 | 20:45 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mengabulkan keberatan Grup Lion Air atas keputusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait pengaturan tarif penerbangan sejumlah maskapai.

Pengamat penerbangan Arista Atmadjati menilai, sebenarnya semua maskapai pada 2019 rata-rata hanya memanfaatkan kebijakan pada level tarif batas atas. Menurut dia, hal itu wajar saja dan tidak melanggar peraturan yang ada.

"Ini yang diinisiasi oleh Garuda dan diikuti semua maskapai dan menurut saya maskapai tidak salah karena maskapai masih mengeluarkan harga pada level tarif batas bawah dan tarif batas atas," sebut Arista Atmadjati saat dihubungi, Kamis (15/10).

Lebih lanjut, Arista mengapresiasi, keputusan hakim PN Jakarta Pusat. "Hakim PN Jakarta Pusat cerdas memahami dasar masalahnya. Hakim paham sistem tarif kita berarti," terang Arista.

Adapun pemohon-pemohon keberatan atas putusan KPPU adalah tiga maskapai di bawah nauangan Lion Air Group, yakni Batik Air, Lion Air, dan Wings Air. Ketiga entitas itu mengajukan keberatan atas keputusan Mahkamah KPPU kepada PN Jakarta Pusat pada 10 Juli 2020.

Lebih lanjut, putusan PN Jakarta Pusat menyatakan batalnya putusan Mahkamah KPPU atas perkara Nomor 15/KPPU-I/2019 yang diterbitkan pada 23 Juni 2020. Selain itu, putusan menyatakan pemohon keberatan I, pemohon keberatan II, dan pemohon keberatan III tidak melakukan perjanjian dengan pelaku usaha lainnya, dan tidak terbukti melanggar ketentuan Pasal 5 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN