Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

PUPR Ajak Swasta Biayai Perbaikan Konektivitas Jayapura-Wamena

Senin, 22 Februari 2021 | 20:49 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka kesempatan kepada pihak swasta untuk membiayai proyek perbaikan 38 jembatan Callendar Hamilton (CH) di Pulau Jawa dan pembangunan konektivitas menuju Wamena melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha – Availability Payment (KPBU-AP).

“Kita programkan untuk dibiayai melalui skema KPBU-AP, tapi dengan proyek pemrakarsa oleh swasta. Tahap saat ini mungkin sudah prakualifikasi (PQ) untuk dapat segera kami laksanakan. Mohon dukungannya karena satu dari 38 jembatan CH ini, 3 sekarang sedang bermasalah. Satu jembatan yaitu Jembatan Rembun di Pekalongan sudah runtuh. Sedangkan dua jembatan lainnya sudah kami survei detail. Kondisi dua jembatan itu, yang satu bergeser 45 cm dan satu lagi bergeser 44 cm,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya di seremonial Financial Close KPBU-AP Jalintim Sumatera Selatan dan Penyerahan Surat Pemenang Lelang Proyek KPBU-AP Jalintim Riau, Senin (22/2).

Basuki menerangkan bahwa 38 jembatan CH tersebut merupakan jembatan yang dibangun sekitar tahun 1970-an dan sudah waktunya untuk segera diganti. Hanya saja, perbaikan jembatan membutuhkan penutupan jalan protokol. Berbeda dengan Jalan Lintas Timur Sumatera yang perbaikannya tidak memerlukan penutupan jalan karena kendaraan masih dapat melintas. Sehingga PUPR sedang mengupayakan untuk melakukan perkuatan.

“Ada 38 jembatan, kami membentuk 6 tim. Jadi saya minta 6 hari ini selesai. Jadi, satu hari, satu tim dan satu jembatan supaya tim ini detail betul untuk bisa mengetahui performance jembatan CH sekarang ini. Itu yang pertama akan kami lakukan melalui skema KPBU-AP,” ujar Basuki.

Di samping itu, PUPR juga bakal menawarkan proyek konektivitas menuju Wamena melalui skema AP. Menurutnya, dua tahun lalu, PUPR sudah memprogramkan konektivitas menuju Wamena di mana yang terpendek dari Nduga, dari Merauke menuju Bangunan Batu menuju Nduga dan langsung menuju Wamena.

Jalan tersebut lebih pendek sehingga Wamena dapat dicapai melalui akses tol laut. Dengan demikian, maka harga logistik yang mahal di sana (Wamena) akan dapat diturunkan. Padahal semua konektivitas sudah terhubung, namun karena kondisi keamanan ditambah dengan segala risikonya, tinggal menyisakan pemasangan jembatan sepanjang sekitar 30 meter.

“PT Brantas Abipraya ikut berpartisipasi waktu itu memasang jembatan. Tapi sampai sekarang belum bisa karena kondisi keamanan. Kami ingin mungkin bisa kita lakukan dari Jayapura tepatnya dari pelabuhan menuju Wamena sepanjang 270 km. Ini kalau bisa di AP-kan juga dengan kepastian menembus Wamena,” imbuh Basuki.

Dengan begitu, maka harga logistik yang mahal pasti bakal turun karena kondisinya aman untuk dilakukan pekerjaan konektivitas. Jadi PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga sedang mendesain dan mendorongnya melalui skema KPBU-AP supaya lebih terjamin keandalan infrastruktur jalan tersebut.

Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian juga mengatakan bahwa penggantian jembatan CH di Pulau Jawa sudah masuk dalam rencana skema KPBU-AP. Bahkan bila ruang fiskal memungkinkan, ia mendorong agar penanganan konektivitas Jayapura-Wamena sepanjang sekitar 50 km segera dituntaskan melalui kombinasi antara KPBU-AP 25 km dan 25 km Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“Karena sifatnya performance based, kami menyadari kegiatan KPBU-AP ini menuntut profesionalisme, tanggung jawab, disiplin tinggi baik tertib administraasi maupun tertib teknis dan kemampuan manajerial,” tutur Hedy. 

Untuk itu, ia berharap bahwa kegiatan ini sekaligus dapat menjadi medium guna mentransformasi Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR menjadi lebih baik dalam penyelenggaraan jalan nasional

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN