Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan Bendungan Sukamahi. Foto ilustrasi: PUPR

Pembangunan Bendungan Sukamahi. Foto ilustrasi: PUPR

PUPR akan Bangun 4 Bendungan Lanjutan Tahun Ini dan 4 Bendungan Baru 2022

Jumat, 11 Juni 2021 | 05:18 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini bakal membangun empat bendungan lanjutan dan empat bendungan baru pada 2022.

"Empat bendungan lanjutan akan mulai dibangun tahun ini dan empat bendungan lagi direncanakan mulai dibangun tahun depan," kata Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR Airlangga Mardjono kepada Investor Daily, Kamis (10/6).

Empat bendungan yang akan mulai dibangun 2021 ini adalah Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan, Bendungan Mbay di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Cibeet dan Cijurey di Jawa Barat.

Sedangkan empat bendungan baru yang akan dibangun pada 2022 yaitu Riam Kiwa di Kalimantan Selatan, Kedung Langgar di Jawa Tengah, Bendungan Kolhua di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bendungan Cabean di Jawa Tengah.

Airlangga mengungkapkan, dari total 75 bendungan yang ditargetkan Ditjen SDA tuntas pada 2024, terdapat dua bendungan yang pembangunannya akan ditunda yakni Bendungan Batu Lepek di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Welikis di Kabupaten Belu.

"Jadi, total 73 bendungan sampai 2024 atau 2025 nanti," jelasnya. 

Semua pembangunan bendungan tersebut, kata dia, menggunakan dana APBN dengan estimasi per bendungan sekitar Rp 1,5 triliun. Karena bersifat Multiyears Contract (MYC), pengalokasian dananya pun dilakukan secara bertahap.

Di luar itu, Airlangga menuturkan, Ditjen SDA juga merencanakan dua bendungan yakni Merangin di Jambi dan Bendungan Bodri di Jawa Tengah dibangun menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota Komisi V DPR RI, Rabu (9/6) kemarin Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Jarot Widyoko mengatakan pada 2022 Ditjen SDA mengalokasikan Rp 11,35 triliun untuk pembangunan bendungan, situ, dan danau.

Target kinerja Ditjen SDA pada 2022 tersebut terdiri dari beberapa kegiatan di antaranya pembangunan irigasi dan rawa, serta pembangunan bendungan, situ, dan danau.

"Untuk program pembangunan bendungan, situ, dan danau dialokasikan sekitar Rp 11,35 triliun yang kegiatannya adalah lanjutan pembangunan bendungan, pembangunan empat bendungan baru, dan revitalisasi tiga danau prioritas," ucap Jarot.

Adapun 34 bendungan lanjutan yang dimaksud yaitu Bendungan Keureuto di Aceh, Rukoh dan Bangunan Pengarah di Aceh, Lausimeme di Sumatera Utara, Tiga Dihaji di Sumatera Sulatan, Karian di Banten, Sadawarna di Jawa Barat, Leuwikeris di Jawa Barat, Cipanas di Jawa Barat  Cibeet di Jawa Barat, dan Cijurey di Jawa Barat.

Kemudian, Bendungan Randugunting di Jawa Tengah, Jragung di Jawa Tengah, Jlantah di Jawa Tengah, Bener di Jawa Tengah, Semantok di Jawa Timur, Bagong di Jawa Timur, Sidan di Bali, Tambiang di Bali, Beringin Sila di Nusa Tenggara Barat, Meniting di Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, ada pula Bendungan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat, Temef di Nusa Tenggara Timur, Maniin di Nusa Tenggara Timur, Mbay di Nusa Tenggara Timur, Sepaku Semoi di Kalimantan Timur, Merangkayu di Kalimantan Timur, Lolak di Sulawesi Utara, Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara, Bolango Ulu di Gorontalo, Budong-budong di Sulawesi Tenggara, Ameroro di Sulawesi Tenggara, Pamuklulu di Sulawesi Selatan, Jenelata di Sulawesi, Bendungan Way Apu di Maluku.

Pada kesempatan tersebut, Jarot juga menyampaikan pada 2022 Ditjen SDA memperoleh pagu indikatif sebesar Rp 41, 04 triliun berdasarkan Surat Menteri PUPR Nomor KU.01.01-Mn/885 Tanggal 17 Mei 2021 setelah dilakukan penyesuaian.

Dari besaran pagu indilatif tersebut Ditjen SDA mengalokasikan sebesar Rp 5,50 triliun untuk irigasi dan rawa, Rp 11,35 triliun untuk pembangunan bendungan, situ, dan danau, lalu Rp 7,32 triliun untuk pengendalian daya rusak, Rp 2,03 triliun untuk penyediaan air baku, Rp 8,63 triliun untuk operasi dan pemeliharaan, Rp 3,09 triliun untuk pengadaan tanah, Rp 270 miliar untuk pengendalian lumpur Sidoarjo, dan Rp 2,84 triliun untuk dukungan manajemen.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN