Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi. Foto: PUPR

Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi. Foto: PUPR

PUPR Mulai Lelang Proyek Bendungan Sepaku Semoi Rp 700 M

Investor Daily, (elgor)  Selasa, 30 Juni 2020 | 12:31 WIB

JAKARTA, investor.id - Pembangunan proyek Bendungan Sepaku Semoi senilai Rp 700 miliar di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memasuki proses lelang.

"Proses lelang menggunakan metode design and build sehingga berjalan lebih cepat dan saat ini kami sedang melakukan penilaian harga lahan (appraisal)," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya yang diterima Investor Daily, Selasa (30/6).

Ia mengungkapkan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi bertujuan untuk mendukung terciptanya ketahanan air dan pangan di Indonesia terutama untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kota Balikpapan dengan kapasitas 2.500 liter per detik.

Diperkirakan, luas lahan yang diperlukan untuk merealisasikan pembangunan bendungan ini sekitar 378 hektar dengan kapasitas volume sekira 11 juta m3.

Dari total luas lahan tersebut, Basuki merencanakan 342 hektar untuk areal genangan dan 36 hektar digunakan untuk fisik bendungan.

Adapun lokasi lahan yang akan dibebaskan bertempat di tiga desa yakni Desa Tengin Baru, Sukomulyo dan Desa Argomulyo yang semuanya berada di Kecamatan Sepaku.

Penentuan lokasi lahan tersebut didasarkan pada SK (Surat Keputusan) Gubernur Kalimantan Timur Nomor 590/K.653/2019 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan atau

Pembebasan tanah untuk Pembangunan Bendungan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lebih jauh, ia mengungkapkan rencana pembangunan Bendungan Sepaku Semoi sebetulnya sudah lama dan tidak terkait dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Pasalnya, di tengah wabah Covid-19 ini pembahasan mengenai IKN belum ada sehingga keputusan presiden dan payung hukum juga belum ada.

Basuki kemudian menunjuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur, Ditjen Sumber Daya Air, untuk membangun Bendungan Sepaku Semoi dengan perkiraan kebutuhan total nilai proyek sekitar Rp 700 miliar untuk konstruksi fisik, pembebasan areal genangan dan green belt (jalur hijau) di atas lahan seluas 378 hektar.

Sebagai informasi, di Provinsi Kaltim terdapat enam infrastruktur yang selama ini tercatat menjadi sumber pengambilan air baku antara lain Bendungan Manggar di Balikpapan (kapasitas tampung 14,2 juta m3), Bendungan Teritip di Balikpapan (2,43 juta m3), Embung Aji Raden di Balikpapan (0,49 juta m3), Bendungan Samboja di Kutai Kartanegara (5,09 juta m3), Intake Kalhol Sungai Mahakam (0,02 juta m3), dan Bendungan Lempake di Samarinda (0,67 juta m3). (c01) 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN